Selasa, 19 Mei 2026

Purbalingga

Masih Merasa Anak Aman di Sekolah? Data BNNK Purbalingga Ini Bikin Merinding

BNNK Purbalingga merehabilitasi 44 orang sepanjang 2025, mayoritas adalah pelajar. Awalnya cuma coba-coba karena teman, kini mereka sukarela.

Tayang:
Tribun Banyumas/Farah Anis Rahmawati
DARURAT NARKOBA PELAJAR, Kepala BNNK Purbalingga Nasrudin (ketiga dari kanan) memaparkan data capaian rehabilitasi tahun 2025 yang didominasi kalangan pelajar, Selasa (30/12/2025). Fenomena ini menjadi peringatan keras bagi orangtua dan sekolah untuk lebih mengawasi pergaulan anak. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA – Ada kabar baik sekaligus menyedihkan yang datang dari kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga di penghujung tahun 2025 ini.

 Kabar baiknya, kinerja rehabilitasi rawat jalan mereka sukses besar, bahkan melampaui target hingga 200 persen.

Namun, di balik angka statistik yang 'hijau' itu, tersimpan fakta yang membuat hati para orangtua di Kota Perwira teriris.

Baca juga: Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar, BNNK Purbalingga Gandeng Sejumlah Sekolah

Ternyata, dari 44 klien yang ditangani (padahal targetnya hanya 22 orang), mayoritas adalah wajah-wajah belia yang masih duduk di bangku sekolah.

Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Nasrudin, tak menampik rasa gundahnya.

Ia menyebut lonjakan angka ini bukan sekadar prestasi kerja, melainkan "alarm" keras bahwa tangan-tangan jahat narkotika sudah merayap masuk ke ruang kelas dan tongkrongan anak sekolah.

“Secara kinerja rehabilitasi ini berhasil karena melampaui target. Tapi di sisi lain kami sangat prihatin, karena anak-anak yang mestinya kita openi justru sudah mulai tersandung masalah narkotika,” ungkap Nasrudin dengan nada prihatin dalam rilis akhir tahun, Selasa (30/12/2025).

Korban Salah Pergaulan

Jangan bayangkan mereka adalah kriminal kelas kakap.

Nasrudin menegaskan, para pelajar ini bukanlah bandar, bukan pengedar, apalagi kurir.

Mereka adalah korban.

Korban dari rasa ingin tahu yang tak terbendung dan lingkungan pergaulan yang salah.

“Walaupun hanya coba-coba, ini harus menjadi kewaspadaan kita bersama di tahun-tahun yang akan datang,” tegasnya.

Berdasarkan penelusuran BNNK, ada lima pintu masuk yang membuat anak-anak ini terjerumus.

Pintu yang paling lebar terbuka adalah pengaruh teman sebaya.

“Yang paling tinggi itu karena teman. Ingin tahu, coba-coba. Itu yang paling banyak,” jelas Nasrudin membedah akar masalahnya.

Datang Secara Sukarela

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved