Jumat, 15 Mei 2026

Berita Nasional

Pelaksanaan Hari Raya Iduladha 2026 antara Muhammadiyah dan NU Dimungkinkan Sama, 27 Mei 2026

Pelaksanaan Hari Raya Iduladha 2026 antara Muhammadiyah dan NU dimungkinkan sama, 27 Mei 2026.

Tayang:
Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Saiful Masum
ILUSTRASI PEMANTAUAN HILAL - Tim rukyat hilal dari Unisnu Jepara melakukan pemantauan hilal menggunakan teleskop di Pantai Kartini Jepara, baru-baru ini. Kemenag akan menggelar pemantauan hilal penetapan 1 Zulhijah 1447 H sebagai pedoman penetapan Iduladha 2026 pada Minggu (17/5/2026). Sementara, Hari Raya Iduladha antara NU dan Muhammadiyah dimungkinkan sama. 

Ringkasan Berita:
  • Pelaksanaan Hari Raya Iduladha 2026 antara Muhammadiyah dan NU dimungkinkan sama, 27 Mei 2026.
  • Hal ini bedasarkan perhitungan hisab Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU).
  • Sementara, pemerintah baru akan menggelar sidang Isbat untuk menetapkan 1 Zulhijah 1447 H pada Minggu (17/5/2026).

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan Hari Raya Iduladha antara Nahdlatul Ulama (NU) dengan Muhammadiyah dimungkinkan sama.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Iduladha 2026 jatuh pada 10 Zulhijah 1447 Hijriah atau tepatnya 27 Mei 2026.

Kemudian, tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 Masehi. 

Sementara, berdasarkan perhitungan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menggunakan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama, hilal pada 17 Mei 2026 sudah berada di ufuk dan memenuhi kriteria imkanurrukyah. 

Dalam rilis yang publikasikan NU Online, Rabu (13/5/2026), dijelaskan, data hisab menunjukkan bahwa hilal akhir Zulqadah 1447 H atau bertepatan dengan Ahad Wage, 17 Mei 2026 M, adalah 4 derajat 42 menit 15 detik dengan elongasi 10 derajat 06 menit 51 detik dan lama hilal di atas ufuk 22 menit 53 detik. 

Sementara, ijtimak (konjungsi) terjadi pada Ahad Wage 17 Mei 2026 M pukul 03:03:02 WIB.

Baca juga: Tolak Impor Ugal-ugalan, Wamentan Sudaryono Jamin Stok Daging Iduladha Aman

Kemudian, letak Matahari terbenam pada posisi 19 derajat 24 menit 31 detik utara titik barat, sedangkan letak hilal berada pada posisi 27 derajat 04 menit 56 detik utara titik barat dengan kedudukan hilal pada 07 derajat 40 menit 25 detik utara Matahari. 

Dalam rilis tersebut juga dijelaskan, parameter hilal terkecil terdapat di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. 

Ketinggian hilal di wilayahi ini mencapai 3 derajat 15 menit dan elongasi hilal hakiki 8 derajat 57 menit, serta lama hilal di atas ufuk 16 menit 10 detik. 

Kemudian, tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh. 

Di wilayah ini, ketinggian hilal mencapai 6 derajat 47 menit, elongasi hilal hakiki 10 derajat 40 menit, dan lama hilal di atas ufuk 30 menit 56 detik. 

"Data di atas menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria imkanurrukyah."

"Pasalnya, tinggi hilal sudah di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat."

"Bahkan, di Aceh, elongasinya sudah memenuhi kriteria qath'iyu rukyah Nahdlatul Ulama (QRNU), di atas 9,9 derajat."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved