Banyumas
Dapur MBG di Banyumas Punya Koki Spesial Jebolan Kapal Pesiar Internasional
Mantan chef hotel bintang lima dan kapal pesiar, Budi Haryanto, kini abdikan diri memasak ribuan porsi makanan bergizi di dapur desa Banyumas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Chef Budi Haryanto (52), eks chef hotel bintang lima dan kapal pesiar, kini bekerja di Dapur MBG Desa Gambarsari, Banyumas.
- Ia memimpin produksi 1.800 porsi makanan bergizi setiap hari untuk pelajar, ibu hamil, dan balita di tiga desa.
- Budi menerapkan standar sanitasi dan manajemen dapur profesional ala hotel berbintang untuk menjamin keamanan pangan.
- Keputusannya pulang kampung didasari keinginan dekat dengan keluarga dan mengabdikan ilmu untuk masyarakat luas.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dari gemerlap lampu kristal hotel bintang lima dan deburan ombak samudra di atas kapal pesiar mewah, kini langkah kaki Budi Haryanto (52) mantap menjejak lantai dapur sederhana di pelosok desa.
Pria asal Banjarnegara ini memilih jalan hidup yang tak biasa: meninggalkan karier mentereng di dunia kuliner internasional demi mengabdi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Gambarsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.
Pengalamannya 16 tahun berkeliling dunia, mulai dari dapur Sheraton Bali hingga kapal pesiar asing, tak membuatnya canggung memegang wajan besar untuk memasak ribuan porsi makanan rakyat.
Baca juga: Sebelum Dibagikan, Makanan MBG Produksi SPPG Kemala Bhayangkari Polres Kebumen Lewati Rapid Test
"Bukan soal kemewahan tempatnya, ini soal tantangan. Memasak untuk ribuan orang justru membutuhkan disiplin luar biasa," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (1/12/2025).
Bawa Standar Hotel ke Desa
Di SPPG Gambarsari, Budi bukan sekadar juru masak.
Ia adalah mentor.
Setiap harinya, ia memimpin tim untuk memproduksi 1.800 porsi makanan bergizi yang didistribusikan kepada pelajar, ibu hamil, dan balita di Desa Tumiyang, Gambarsari, dan Mandirancan.
Tangan dinginnya mengubah wajah dapur desa.
Standar sanitasi ketat ala hotel bintang lima ia terapkan tanpa kompromi.
Mulai dari prosedur cuci tangan, sterilisasi alat, hingga manajemen waktu yang presisi, semua ia ajarkan kepada 35 pekerja lokal yang direkrut.
"Koki di sini rata-rata belum terbiasa dengan time management untuk porsi sebesar ini. Saya datang bukan menggantikan mereka, tapi melatih mereka," tuturnya tegas.
Baginya, keamanan pangan adalah harga mati.
"Kita menjaga higienitas. Saya ingin memastikan tidak ada kasus keracunan sekecil apa pun," tambahnya.
Pulang Kampung, Bangun Desa
Keputusan Budi untuk "turun gunung" didorong oleh kerinduan mendalam pada keluarga setelah belasan tahun merantau.
Kini, di bawah naungan Yayasan Setio Suci Ayuning Nusantara, ia menemukan makna baru dalam profesinya.
| Ogoh-Ogoh Kerbau Tusuk Babi Meriahkan Pawai Nyepi di Banyumas |
|
|---|
| Curhat Pedagang Terminal Bulupitu, H-3 Lebaran Cari 100 Ribu Susah |
|
|---|
| Puncak Arus Mudik H-2, 15 Ribu Penumpang Bakal Tiba di Purwokerto |
|
|---|
| Berkah Mudik Gratis Adisatrya, Perantau Kesugihan Terharu Bisa Pulang |
|
|---|
| Adisatrya Lepas Rombongan Mudik Gratis Perantau Banyumas Cilacap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251201-chef-budi-haryanto.jpg)