Berita Batang
Marak Pencurian, Petani Kopi di Batang Terpaksa Panen Dini Hasil Perkebunan
Petani kopi di Batang memilih memanen dini kopi lantaran maraknya pencurian. Padahal, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas kopi.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Sejumlah petani kopi di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memilih memanen dini kopi yang belum berwarna merah.
Keputusan ini diambil setelah maraknya aksi pencurian buah kopi matah atau kopi berwarna merah.
"Kalau terlalu lama dibiarkan merah di pohon, sering jadi sasaran maling."
"Jadi, biasanya, saat sekitar 70 persen buah sudah merah, langsung dipanen," kata Maaruf, petani kopi di Reban, Batang, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Lantik Pejabat Baru, Bupati Batang Tegaskan Tak Butuh Pujian Apalagi Uang dari Anak Buah
Menurut dia, kondisi tersebut membuat petani belum bisa sepenuhnya menghasilkan kopi premium dalam jumlah besar.
Sebab, kopi berkualitas tinggi membutuhkan proses petik merah atau buah yang benar-benar matang sempurna.
Meski demikian, harga kopi pada musim panen tahun ini dinilai masih cukup baik dan relatif stabil dibanding tahun sebelumnya.
Untuk kopi robusta red cherry asalan, harga saat ini di kisaran Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.
Sementara, green bean asalan dijual sekitar Rp50 ribu per kilogram, sedikit turun dibanding tahun lalu yang sempat mencapai Rp55 ribu per kilogram.
Adapun green bean premium masih memiliki nilai jual tinggi, yakni sekiranya Rp70 ribu per kilogram karena melalui proses sortir dan pengolahan yang lebih ketat.
Maaruf menjelaskan, satu pohon kopi rata-rata mampu menghasilkan sekiranya 10 kilogram buah kopi dalam satu musim panen.
Di kebun kopi miliknya, terdapat sekiranya 1.000 pohon kopi dengan target hasil panen mencapai 10 ton tahun ini.
"Semoga, tahun ini hasilnya bisa sampai 10 ton dari kebun saya sendiri."
"Belum nanti dari kebun teman-teman petani lain," ujarnya.
Kenalkan Kopi Lokal
| Lantik Pejabat Baru, Bupati Batang Tegaskan Tak Butuh Pujian Apalagi Uang dari Anak Buah |
|
|---|
| Truk Terguling di Jalan Pantura Subah Batang, Tabrak Truk Lain yang Berhenti akibat Gangguan |
|
|---|
| Ingin Jadi Kota Terang dan Tekan Angka Kecelakaan, Bupati Batang Faiz Tawarkan Proyek APJU Rp 153 M |
|
|---|
| Punya 14 Ribu RTLH, Pemkab Batang Hanya Bisa Perbaiki 161 Unit Tahun Ini. Ini Kendalanya |
|
|---|
| Motor Masuk Tol Semarang-Batang Lewat GT Kandeman, Pengejaran Libatkan Pengguna Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260521-petani-kopi-reban-batang-panen-dini-kopi.jpg)