Jumat, 22 Mei 2026

Berita Batang

Marak Pencurian, Petani Kopi di Batang Terpaksa Panen Dini Hasil Perkebunan

Petani kopi di Batang memilih memanen dini kopi lantaran maraknya pencurian. Padahal, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas kopi.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok Petani
PANEN DINI - Petani memanen kopi di perkebunan Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Kamis (21/5/2026). Sejumlah petani memilih memanen dini kopi sebelum berwarna merah lantaran khawatir pencurian yang marak di musim panen raya ini. 

Ringkasan Berita:
  • Petani kopi di Batang memilih memanen dini kopi lantaran khawatir dicuri.
  • Panen dilakukan saat kopi belum sepenuhnya matang sempurna atau berwarna merah.
  • Petani kopi berharap, keamanan menjadi perhatian Pemkab Batang dan kepolisian sehingga petani bisa menghasilkan kopi berkualitas.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Sejumlah petani kopi di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memilih memanen dini kopi yang belum berwarna merah.

Keputusan ini diambil setelah maraknya aksi pencurian buah kopi matah atau kopi berwarna merah.

"Kalau terlalu lama dibiarkan merah di pohon, sering jadi sasaran maling."

"Jadi, biasanya, saat sekitar 70 persen buah sudah merah, langsung dipanen," kata Maaruf, petani kopi di Reban, Batang, Kamis (21/5/2026). 

Baca juga: Lantik Pejabat Baru, Bupati Batang Tegaskan Tak Butuh Pujian Apalagi Uang dari Anak Buah

Menurut dia, kondisi tersebut membuat petani belum bisa sepenuhnya menghasilkan kopi premium dalam jumlah besar. 

Sebab, kopi berkualitas tinggi membutuhkan proses petik merah atau  buah yang benar-benar matang sempurna.

Meski demikian, harga kopi pada musim panen tahun ini dinilai masih cukup baik dan relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. 

Untuk kopi robusta red cherry asalan, harga saat ini di kisaran Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram. 

Sementara, green bean asalan dijual sekitar Rp50 ribu per kilogram, sedikit turun dibanding tahun lalu yang sempat mencapai Rp55 ribu per kilogram.

Adapun green bean premium masih memiliki nilai jual tinggi, yakni sekiranya Rp70 ribu per kilogram karena melalui proses sortir dan pengolahan yang lebih ketat.

Maaruf menjelaskan, satu pohon kopi rata-rata mampu menghasilkan sekiranya 10 kilogram buah kopi dalam satu musim panen. 

Di kebun kopi miliknya, terdapat sekiranya 1.000 pohon kopi dengan target hasil panen mencapai 10 ton tahun ini.

"Semoga, tahun ini hasilnya bisa sampai 10 ton dari kebun saya sendiri."

"Belum nanti dari kebun teman-teman petani lain," ujarnya.

Kenalkan Kopi Lokal

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved