Berita Jateng
Potret Megahnya Bendungan Cabean Blora, Cakup Area 97 Hektar
Masih terdapat puluhan bidang tanah milik warga yang belum bebas sehingga menjadi kendala pembangunan proyek strategis tersebut
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
"Per hari ini progresnya 22,2 persen," katanya.
Lebih lanjut, Nuryanto menyebut ada beberapa kendala yang menjadi faktor penyebab proyek Bendungan Cabean tidak selesai tepat waktu.
Salah satu di antaranya, dikarenakan keterbatasan anggaran. Pihaknya menyampaikan alokasi anggaran proyek tiap tahun mengalami fluktuasi dan bahkan beberapa kali terkena pemotongan.
Pada 2023, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp10 miliar. Kemudian pada 2024 sebesar Rp61,2 miliar, tahun 2025 sebesar Rp73,2 miliar, dan tahun 2026 hanya Rp22,5 miliar.
Menurutnya, pemotongan anggaran karena efisiensi, cukup berdampak terhadap progres pembangunan.
"Karena kami sebenarnya sudah dua kali mengalami pemotongan anggaran, pada 2025 anggaran awal yang direncanakan mencapai Rp150 miliar, terus dipotong cuma dapat Rp73 miliar."
"Sementara pada 2026 juga sama, yang semula direncanakan dapat Rp37,5 miliar, terus dipotong Rp15 miliar, sehingga hanya dapat Rp22,5 miliar," jelasnya.
Selain persoalan anggaran, kendala lain yang dihadapi yakni terkait pembebasan lahan.
Nuryanto mengatakan, pada awal pembangunan sebagian besar lahan belum bebas sehingga pekerjaan hanya bisa dilakukan di area lahan milik Perhutani.
Selain itu, saat ini juga masih terdapat sembilan bidang lahan yang bersengketa antara Pemerintah Kabupaten Blora dengan masyarakat.
Sengketa tersebut saat ini masih berproses di Pengadilan Negeri Blora dan belum ada putusan hukum tetap.
"Saat ini masih proses di PN Blora. Belum ada vonis atau putusannya," jelasnya.
Nuryanto menjelaskan, karena berbagai faktor tersebut rencananya kontrak proyek Bendungan Cabean tersebut akan diperpanjang dua tahun ke depan, yakni hingga 2028.
Meski progres pembangunan masih jauh dari target, pihaknya tetap optimistis Bendungan Cabean dapat diselesaikan hingga 2028.
Nuryanto, mengeklaim kendala utama selama ini lebih banyak disebabkan persoalan pembebasan lahan dan anggaran, dibanding kendala teknis konstruksi.
"Kalau secara teknis sebenarnya tidak terlalu banyak kendala. Masalahnya lebih banyak di lahan yang belum bebas, jadi awal-awal kami tidak bisa melakukan pekerjaan di area tersebut. Tapi kalau nanti semua lahan sudah bebas, kami optimis bisa menyelesaikan proyek tersebut pada 2028," paparnya.(Iqs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Bendungan-blora-cabean.jpg)