Berita Jateng
Potret Megahnya Bendungan Cabean Blora, Cakup Area 97 Hektar
Masih terdapat puluhan bidang tanah milik warga yang belum bebas sehingga menjadi kendala pembangunan proyek strategis tersebut
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Untuk bidang yang sertifikatnya masih berada di bank, pembayaran nantinya akan dilakukan melalui mekanisme konsinyasi atau penitipan uang ganti rugi di pengadilan.
"Nanti uangnya dititipkan ke pengadilan. Pemilik tanah bersama pihak bank mengambilnya melalui pengadilan," terangnya.
Nuryanto optimistis seluruh pembebasan lahan dapat selesai paling lambat bulan depan.
"Insyaallah bulan depan sudah bebas semua. Musyawarah UGR kemarin sudah selesai dan semuanya sudah setuju tinggal dibayar," katanya.
Namun demikian, masih terdapat sembilan bidang tanah yang saat ini berstatus sengketa antara Pemerintah Kabupaten Blora dan masyarakat. Kasus tersebut masih berproses di Pengadilan Negeri Blora dan belum memperoleh putusan hukum.
Kondisi tersebut diakui cukup menghambat pembangunan Bendungan Cabean.
"Kalau lahannya belum bebas kami juga belum bisa membangun, meskipun anggarannya sudah ada," paparnya.
Baca juga: Banyumas Kekurangan 1.788 Guru, Malah Honorer Mau Dihapus 2026
Molor
Proyek pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, dipastikan tidak selesai sesuai waktu yang ditargetkan.
Keterbatasan anggaran dan persoalan pembebasan lahan diklaim menjadi kendala utama yang membuat proyek tersebut bakal molor.
Proyek Bendungan Cabean dikerjakan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) antara PT Brantas Abipraya dan PT Marfrijaya Abadi, dengan nilai kontrak yang cukup besar yakni Rp 499 miliar.
Dengan anggaran yang signifikan tersebut, bendungan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk pengairan lahan pertanian serta pengendalian banjir di wilayah sekitar, sehingga percepatan pembangunan menjadi agenda yang sangat mendesak.
Proyek itu di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Cabean, Nuryanto Sasmito Slamet, mengatakan kontrak pembangunan dimulai sejak Desember 2023 dan ditargetkan selesai tahun 2026.
Namun, hingga mendekati waktu akhir kontrak, progres pembangunan Bendungan Cabean hingga saat ini baru mencapai 22,2 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Bendungan-blora-cabean.jpg)