Berita Jateng
Dua Pemuda di Jepara Dikeroyok Sekelompok Orang di Jalan Raya Jepara-Bangsri
Eryc mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian bahu dan pinggang sebelah kiri.
Penulis: Saiful Masum | Editor: khoirul muzaki
Kedua korban dan sekelompok pemuda sempat terkibat aksi kejar-kejaran.
Korban Eryc ditarik pada kaos bagian belakang hingga terjatuh dari sepeda motor.
Kemudian dia dipukuli beramai-ramai (dikeroyok) berlangsung kurang lebih 5 menit. Sebelum akhirnya teman dia datang bersama warga untuk menolong.
"Awalnya saya dipukuli banyak orang dengan tangan kosong. Kemudian ada kerasa benda tumpul dan benda tajam yang dihantamkan ke saya," tuturnya.
Eryc mengaku tidak mengenal siapa saja yang mengeroyoknya.
Dia bersyukur bisa lolos dari maut atas peristiwa pengeroyokan itu berkat bantuan temannya bersama warga sekitar.
"Teman saya sempat dipukul, tapi bisa lari dan meminta bantuan warga. Setelah ditolong warga, saya nunjukkan KTP bahwa saya warga Mambak, Pakisaji. Kemudian saya dilepaskan (ditinggal)," kata dia.
Sekelompok tersebut diduga hendak tawuran antar kelompok remaja di wilayah Kabupaten Jepara.
KTP korban Eryc bahkan sempat dibawa oleh salah seorang pelaku, dan dibuang di sekitar lokasi kejadian.
Kemudian KTP korban ditemukan oleh warga sekitar dan dikembalikan kepada pemiliknya.
"Setelah pengeroyokan itu, saya telepon bapak untuk jemput saya," ujar dia.
Ayah korban Eryc, Sutiyono (47) sedang tidur ketika putranya menghubungi saat tengah malam.
Seketika dia terbangun dan bergegas menuju tempat kejadian perkara dengan mengendarai sepeda motor.
"Dengan setengah sadar saya langsung menuju tempat anak saya. Kemudian saya bawa ke rumah sakit agar ditangani secara medis. Setelah itu kami langsung pulang," tutur dia.
Korban tidak mengalami kerugian material. Barang-barang korban seperti uang dan handphone masih aman tidak diambil pelaku.
Kejadian pengeroyokan tersebut bakal segera dilaporkan kepada pihak kepolisian atas kejadian pengeroyokan. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/TKP-pengeroyokan-jepara.jpg)