Kamis, 9 April 2026

Berita Jateng

Dua Pemuda di Jepara Dikeroyok Sekelompok Orang di Jalan Raya Jepara-Bangsri

Eryc mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian bahu dan pinggang sebelah kiri.

Penulis: Saiful Masum | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Saiful Masum
LOKASI PENGEROYOKAN - Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Raya Jepara - Bangsri, masuk wilayah Desa Wonorejo, Kecamatan Kota Jepara, Sabtu (28/2/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM,  JEPARA - Muhammad Eryc Kusuma, pemuda berusia 25 tahun asal Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara bersama temannya David menjadi korban salah sasaran atas pengeroyokan oleh sekelompok pemuda tak dikenal.

Kejadian berlangsung di Jalan Raya Jepara - Bangsri, masuk wilayah Desa Wonorejo, Kecamatan Kota Jepara pada, Sabtu (28/2/2026) dini hari sekiranya pukul 02.15 WIB.

Eryc mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian bahu dan pinggang sebelah kiri.

Dia juga mengalami luka lecet dampak benturan berda keras di tiga titik bagian kepala.

Sementara temannya mengalami luka lebam di sekitar mata.

Korban Eryc sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara untuk mendapatkan penanganan medis.

Luka sayat di bagian pinggang mendapatkan 9 jahitan, dan luka di bagian bahu kiri mendapatkan 7 jahitan.

*Diduga Salah Sasaran*

Saat ditemui di rumahnya RT 1 RW 2 Desa Mambak, Eryc bercerita, sebelum kejadian dia bersama temannya David mengendarai sepeda motor berboncengan menuju rumah teman untuk nongkrong masih di dalam desa yang sama.

Waktu itu, keduanya sampai di rumah tujuan sekiranya pukul 02.00 WIB. Teman Eryc bernama David hendak membeli rokok di warung sekitar.

"Teman saya mau keluar, saya ikut katanya mau beli rokok di warung enggak jauh dari tempat nongkrong," terangnya.

Saat di perjalanan menuju warung, Eryc dan David diteriaki dua orang yang berboncengan.

Baca juga: Bodin, Fondasi Kuliner Khas Wonosobo yang Terlupakan Sejarah

Kata dia, satu kalimat yang masih diingatnya adalah "Cah, Iku Musuhe". Seketika keduanya dilempari bungkusan plastik berisi air yang diduga dicampur dengan material adukan bangunan.

Keduanya sempat lari ke arah Kecamatan Kota Jepara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saya lihat sekilas ada lebih dari 50 pemuda berkumpul. Enggak tahu siapa, dan gak kenal," ujarnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved