Sabtu, 11 April 2026

Berita Jateng

Bodin, Fondasi Kuliner Khas Wonosobo yang Terlupakan Sejarah

Bodin menjadi bahan baku sebagian besar kuliner khas Wonosobo. Tapi terlupakan sejarahnya

Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
caption foto, seorang penjual di Pasar Selomerto Wonosobo sedang menimbang singkong atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bodin untuk masyarakat lokal. Sabtu (28/2/2025) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Wonosobo dikenal sebagai daerah pegunungan dengan kekayaan kuliner berbasis singkong, atau yang akrab disebut bodin. 

Dari dapur-dapur rumah warga hingga etalase pusat oleh-oleh, olahan bodin menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas rasa daerah ini.

Namun di balik ragam sajian itu, tersimpan sejarah panjang yang jarang dituliskan.

Pada masa perang dan kelangkaan pangan, singkong ditanam secara masif sebagai strategi bertahan hidup. 


Di dalam ingatan kolektif masyarakat Kalibeber Wonosobo, berkembang kisah tentang kemampuan mengubah bom menjadi bodin. 

Hingga kini, sebagian warga meyakini KH. Muntaha Al-Hafizh, ulama besar Wonosobo, mampu “mengubah bom menjadi bodin” pada masa kolonial. 

Cerita ini hidup sebagai bagian dari memori sosial masyarakat.

Kisah ini bisa jadi hanya simbol, bahwa ketika kekerasan dijatuhkan dari langit, rakyat tetap bisa menemukan daya hidup dari tanah, dari umbi, dari pangan.

Setelah perang berakhir, pada tahun 1975, berdiri pabrik tepung singkong pertama di Wonosobo.

Kehadiran industri ini menjadi penanda penting transformasi bodin dari pangan bertahan hidup menjadi komoditas ekonomi. 

Baca juga: Dengan Mesin Canggih TPA Winong Banjarnegara Sulap Sampah Jadi BBM

Bodin bahkan menjadi bahan baku sebagian besar kuliner khas Wonosobo.

Sayang jejak sejarahnya: terutama perannya dalam membentuk sistem pangan lokal, tidak terdokumentasi secara memadai. 

Arsip tertulis sangat terbatas, riset akademik masih minim, dan pengetahuan lebih banyak hidup dalam cerita lisan antar generasi.

Literasi tersebut kini berada di persimpangan generasi.

Generasi tua mewariskan pengetahuan melalui praktik langsung, cara memilih singkong, teknik mengolah, hingga membaca kualitas bahan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved