Berita Grogoban
Mobil Rombongan Pengantar Haji Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Kesaksian Dara: Tertutup Kabut
Malam itu, perjalanan dilakukan dalam iring-iringan panjang, empat mobil pribadi diikuti dua bus berisi keluarga besar.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Cucu jemaah haji, Dara Aprillia Ozela, berada di mobil ketiga bersama neneknya dalam rombongan pengantar calon jemaah haji.
- Dia tak pernah menyangka perjalanan penuh harap itu akan berubah menjadi kenangan yang menyayat hati.
- Kabut tebal dan gelapnya malam membuat jarak pandang terbatas. Saat mobil yang ditumpangi Dara mendekati perlintasan, sang ayah yang menyetir melihat seseorang melambaikan tangan di depan.
- Tidak ada yang menyadari bahwa di depan mereka, maut baru saja terjadi.
TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN — Perjalanan yang seharusnya penuh haru dan doa berubah menjadi duka mendalam di Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026).
Hal itu usai, mobil Avanza tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi di perlintasan kereta di Desa Sidorejo - Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, sekitar pukul 02.52 WIB.
Mobil itu membawa sembilan orang penumpang, bagian dari iring-iringan keluarga yang mengantar jemaah haji Sadi dan Wartini, warga Desa Sidorejo, menuju Pendopo Kabupaten Grobogan untuk keberangkatan ibadah haji.
Malam itu, perjalanan dilakukan dalam iring-iringan panjang, empat mobil pribadi diikuti dua bus berisi keluarga besar.
Cucu jemaah haji, Dara Aprillia Ozela, berada di mobil ketiga bersama neneknya.
Dia tak pernah menyangka perjalanan penuh harap itu akan berubah menjadi kenangan yang menyayat hati.
Baca juga: Daftar Nama-nama Korban Tewas dan Terluka Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs Avanza di Grobogan
"Awalnya kami berangkat beriringan. Kakek saya di mobil pertama paling depan, lalu mobil kedua yang akhirnya kecelakaan, saya di mobil ketiga, dan di belakang masih ada mobil keempat serta dua bus keluarga di belakangnya lagi," terangnya, kepada Tribunjateng.com.
Kabut tebal dan gelapnya malam membuat jarak pandang terbatas. Saat mobil yang ditumpangi Dara mendekati perlintasan, sang ayah yang menyetir melihat seseorang melambaikan tangan di depan.
"Kami kira itu anak-anak muda yang minta uang, jadi bapak tetap jalan melintas rel," ujarnya.
Tidak ada yang menyadari bahwa di depan mereka, maut baru saja terjadi.
Kabar kecelakaan baru diterima setelah mobil mereka melaju cukup jauh.
Mendengar kabar tersebut, sang ayah langsung menepi. Suasana di dalam mobil berubah seketika.
Baca juga: Mobil Pengantar Calon Haji Ditabrak KA Argo Bromo Angrek di Grobogan: Alami Mati Mesin di Tengah Rel
"Semua langsung syok. Nggak bisa nangis, nggak bisa ngomong. Kayak sudah pasrah saja, sudah lemes mas," terangnya.
Namun di tengah guncangan batin, mereka tetap melanjutkan perjalanan. Waktu keberangkatan haji tak bisa ditunda, dan nenek Dara adalah salah satu calon jemaah yang harus segera tiba di pendopo.
Setelah mengantar, Dara bersama ayahnya menuju rumah sakit untuk menjenguk kerabat yang menjadi korban selamat.
| Refleksi Hari Buruh: Negara Bicara Angka, Pengangguran Bicara Realita |
|
|---|
| Buruh Jateng Tolak Program Rumah Subsidi: Lokasi Kejauhan, Cicilan Tak Masuk Akal |
|
|---|
| Bawa Distorsi ke Jalanan, Panggung 'Gigs Para Buruh', Band Hardcore Bakar Semangat May Day Semarang |
|
|---|
| Jadwal Pertandingan Persijap Vs Persija Jakarta, Laskar Kalinyamat Waspadai Lini Serang Lawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260501-kecelakaan.jpg)