Beriita Jateng
Dikukuhkan Hari Ini, Daftar 10 Guru Besar Baru UIN Walisongo
pengukuhan guru besar merupakan ritus akademik yang menjadi bagian integral dalam kehidupan perguruan tinggi
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: khoirul muzaki
Dengan demikian, spiritualitas bukan sekadar pengalaman mistis individual, melainkan kekuatan transformatif yang menopang kesejahteraan manusia secara utuh.
Dalam konteks inilah, Wahdat al-Syuhud dipandang relevan sebagai fondasi etis dan spiritual bagi terwujudnya manusia yang sehat, bermakna, dan sejahtera.
2. Prof. Dr. Safii, M.Ag (Teologi Islam Indonesia)
Prof. Dr. H. Safii, M.Ag., menyoroti pentingnya keterlibatan negara dalam pengelolaan Haul Guru Sekumpul sebagai ziarah keagamaan berskala nasional.
Hal itu disampaikannya dalam pidato ilmiah berjudul “Living Theology di Tengah Ketegangan Tata Kelola: Refleksi atas Tanggung Jawab Negara dalam Haul Guru Sekumpul sebagai Ziarah Keagamaan Nasional Indonesia.”
Dalam paparannya, Safii menjelaskan bahwa Haul Guru Sekumpul tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, melainkan manifestasi nyata dari teologi Islam yang dijalani (lived Islamic theology) oleh masyarakat akar rumput.
Tradisi haul untuk mengenang ulama kharismatik Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan, setiap tahun dihadiri jutaan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan penelitian kualitatif yang dilakukannya saat pelaksanaan haul Januari 2025, Safii menemukan bahwa praktik keagamaan dalam haul terwujud melalui ritual kolektif, pelayanan sosial, hingga mobilisasi relawan secara besar-besaran.
Warga setempat bahkan mengubah rumah mereka menjadi pos istirahat dan dapur umum bagi para peziarah.
“Setiap tahun saya membantu mengelola tempat istirahat bagi para peziarah; kami memandangnya sebagai kewajiban spiritual,” ujar salah satu partisipan yang diwawancarai dalam penelitian tersebut.
Di wilayah Banjarbaru saja, tercatat lebih dari 20 pos peristirahatan yang disiapkan pemuda masjid dan panitia lokal jauh hari sebelum acara berlangsung. Menurut Safii, mobilisasi sukarela ini menunjukkan kuatnya agensi spiritual masyarakat serta integrasi antara komitmen religius dan organisasi sosial.
Namun di balik suasana religius dan solidaritas tersebut, ia mengidentifikasi persoalan serius dalam tata kelola.
Kemacetan total di jalur utama menuju Martapura, keterbatasan fasilitas sanitasi, hingga ketiadaan protokol keselamatan yang terkoordinasi menjadi tantangan berulang setiap tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Gedung-UIN-Walisongo-Semarang.jpg)