Kamis, 30 April 2026

Beriita Jateng

Dikukuhkan Hari Ini, Daftar 10 Guru Besar Baru UIN Walisongo

pengukuhan guru besar merupakan ritus akademik yang menjadi bagian integral dalam kehidupan perguruan tinggi

Tayang:
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Gedung UIN Walisongo Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS, SEMARANG- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan mengukuhkan 10 guru besar baru dari berbagai bidang keilmuan pada Sabtu (14/2/2026).


Upacara pengukuhan dijadwalkan berlangsung di Aula Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang.


Rektor UIN Walisongo, Prof. Nizar Ali, menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar merupakan ritus akademik yang menjadi bagian integral dalam kehidupan perguruan tinggi sekaligus menandai capaian tertinggi dalam karier seorang dosen.


“Pengukuhan ini bukan sekadar peneguhan status akademik, tetapi juga bentuk pengakuan atas dedikasi, riset, serta kontribusi luar biasa para akademisi bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Nizar.


Sepuluh akademisi yang akan dikukuhkan sebagai guru besar yakni Prof. Dr. Abdul Muhaya, M.A (Bidang Tasawuf Falsafi); Prof. Dr. Safii, M.Ag (Teologi Islam Indonesia); Prof. Dr. M. Mudhofi, M.Ag (Ilmu Kalam); Prof. Dr. Ali Imron, S.Ag., S.H., M.Ag (Hukum Perdata Islam); Prof. Dr. Ali Murtadho, M.Ag (Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam); Prof. Dr. Fihris, M.Ag (Pendidikan Islam Multikultural); Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag (Manajemen Pendidikan Islam); Prof. Dr. Fatkuroji, M.Pd (Manajemen Pemasaran Pendidikan); Prof. Dr. A. Umar, M.A (Manajemen Madrasah); serta Prof. Dr. Najahan Musyafak, M.A., CAH (Ilmu Komunikasi).


Menurut Prof. Nizar, para guru besar tersebut memiliki rekam jejak akademik yang kuat, integritas tinggi, serta kontribusi signifikan di tingkat nasional maupun internasional.


Masing-masing guru besar akan menyampaikan pidato ilmiah sesuai bidang kepakarannya.


Beberapa tema yang akan diangkat antara lain Wahdat Al-Syuhud: Spiritualitas dan Human Flourishing (Abdul Muhaya), Living Theology di Tengah Ketegangan Tata Kelola (Safii), Teologi Digital Wasathiyyah (M. Mudhofi), hingga Merawat Keberadaban Publik dalam Transformasi Komunikasi pada Era Kecerdasan Artifisial (Najahan Musyafak).


Tema lain yang akan disampaikan meliputi pengembangan hukum perdata Islam berbasis kearifan kontekstual Indonesia, rekonstruksi paradigma ekonomi Islam, pendidikan Islam multikultural berbasis deep learning, manajemen pendidikan berbasis maqāṣid al-syarī‘ah, strategi pemasaran pendidikan untuk meningkatkan daya saing madrasah, serta kepemimpinan akademik transformatif dalam manajemen madrasah.


Wakil Rektor I UIN Walisongo, Prof. Dr. M. Mukhsin Jamil, menyebut penambahan 10 guru besar ini sebagai perkembangan yang signifikan dan menggembirakan bagi kampus.


“Alhamdulillah, pada 14 Februari 2026 UIN Walisongo dapat mengukuhkan 10 guru besar. Ini penambahan yang sangat signifikan dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan bagi UIN Walisongo,” ujarnya.


Ia menambahkan, pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi para guru besar untuk mendiseminasikan kepakarannya sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban publik universitas dalam upaya meningkatkan layanan pendidikan bagi masyarakat.


“Penambahan guru besar diharapkan dapat memperkuat kontribusi UIN dalam mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan dan peradaban. Saya ucapkan selamat kepada 10 guru besar yang dikukuhkan,” tandasnya.

 

 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved