Berita Jateng
Mengintip Produksi Teh Tambi di Pabrik Warisan Kolonial Wonosobo
pabrik tersebut bukan hanya pusat produksi, tetapi juga berkembang menjadi wisata edukatif
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Di tengah hamparan kebun teh yang diselimuti udara dingin pegunungan, berdiri sebuah pabrik teh tua yang telah beroperasi sejak masa pemerintahan kolonial Belanda.
Kini, pabrik tersebut bukan hanya pusat produksi, tetapi juga berkembang menjadi wisata edukatif yang wajib dicoba saat ke Wonosobo.
Berlokasi di lereng Gunung Sindoro atau masuk wilayah Kecamatan Kejajar, Wonosobo, pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan teh dari daun segar hingga siap diekspor ke berbagai negara.
Pabrik ini terus beradaptasi, sejak 1998, kawasan tersebut juga berkembang sebagai bagian dari Tambi Tea Resort, lengkap dengan beberapa kamar penginapan. Meski begitu, denyut utama kawasan ini tetap berpusat pada industri teh.
Puji Ikhsani, pemandu di pabrik Teh Tambi, menuntun pengunjung menyusuri lorong-lorong produksi yang dipenuhi suara mesin, aroma daun teh, dan jejak sejarah panjang industri teh Indonesia.
Proses panjang itu dimulai dari kebun. Daun teh dipetik secara manual, lalu langsung dimasukkan ke keranjang. Dari kebun, daun harus segera dibawa ke pabrik.
“Setelah dipetik, teh tidak boleh menyentuh tanah dan tidak boleh lebih dari lima jam harus segera masuk pabrik,” kata Puji, Jumat (16/1/2026).
Di area penerimaan, buntalan berisi daun teh hijau segar satu per satu masuk ke pabrik.
Pengunjung diajak masuk ke ruang pelayuan. Ruangan ini memanjang, dengan rak-rak tempat daun teh dihamparkan tipis atau dipeper, agar tidak saling menempel.
Aroma segar daun teh memenuhi ruangan. Proses pelayuan berlangsung selama 18 jam, dengan daun dibalik setiap lima jam.
“Pelayuan ini untuk mengurangi kadar air sampai 50 persen,” jelas Puji.
Dari pelayuan, daun teh masuk ke ruang penggilingan. Mesin cerobong besar tampak bergoyang konstan, menghasilkan suara khas.
Setiap cerobong memiliki kapasitas 350 kilogram, dan proses berlangsung selama 45 menit.
“Tujuannya untuk membentuk partikelnya, untuk memecahkan dinding selnya,” ujar Puji.
Tahap ini menjadi pembentuk awal partikel teh sebelum masuk ke proses berikutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Pabrik-teh-Tambi-Wonosobo.jpg)