Jawa Tengah
Alasan Kenapa Mobil Plat Merah Jateng Haram Dipakai Liburan Tahun Baru
Sekda Jateng Sumarno melarang keras penggunaan mobil dinas untuk libur Nataru 2026. Gubernur juga ingatkan potensi bencana di akhir tahun.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Libur akhir tahun memang momen yang paling ditunggu untuk berkumpul bersama keluarga atau plesiran ke luar kota.
Namun, bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, ada satu rambu-rambu tegas yang tidak boleh dilanggar: jangan coba-coba pakai mobil dinas untuk liburan.
Peringatan keras ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.
Baca juga: Bupati Banyumas Sadewo Lebih Pilih Motor Desa dan Bus Sekolah daripada Mobil Dinas Baru
Saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Semarang, Selasa (30/12/2025), ia mengingatkan kembali marwah kendaraan berplat merah tersebut.
Menurut Sumarno, mobil dinas adalah fasilitas negara yang dititipkan untuk menunjang pekerjaan rakyat, bukan untuk gaya-gayaan atau akomodasi wisata pribadi saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Secara ketentuan sudah ada aturannya, bahwa di luar kedinasan tidak boleh menggunakan kendaraan plat merah. Seharusnya sudah dipahami oleh teman-teman," ujarnya kepada awak media.
Siap Evaluasi
Sumarno tak main-main.
Ia menegaskan bakal ada konsekuensi bagi mereka yang 'nakal'.
Pihaknya siap melakukan evaluasi jika di lapangan ditemukan adanya penyalahgunaan fasilitas negara ini di luar kepentingan tugas kedinasan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemprov Jateng dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, sekaligus memastikan perayaan tahun baru berjalan tertib tanpa mencederai perasaan masyarakat.
Waspada Bencana
Tak hanya soal mobil dinas, suasana pergantian tahun kali ini juga diselimuti kewaspadaan tinggi.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut angkat bicara.
Ia meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak merayakan pergantian tahun dengan pesta pora yang berlebihan atau euforia tak terkendali.
Alasannya sangat manusiawi dan logis: kita sedang dikepung potensi bencana.
Cuaca ekstrem yang melanda akhir-akhir ini membuat beberapa wilayah di Jawa Tengah rawan banjir dan tanah longsor.
| Razia Dini Hari di Desa Sikuang, 89 Motor Balap Liar Kena Tilang |
|
|---|
| Target Rebut Kursi 2029, DPW PPP Jateng Minta Kader Nongkrong Bareng Anak Muda |
|
|---|
| Bawa Uang Rp646 Ribu, Pria Ini Akhiri Hidup di Kebun Alpukat |
|
|---|
| Viral di Grup WA Atap Seng Terbang, Camat Pastikan Itu Kejadian Wanayasa |
|
|---|
| Beredar Video Anggota Fraksi PDIP Sebat di Ruang AC, Ketua DPRD Jateng Janji Tegur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251230-SEKDA-JATENG-SUMARNO.jpg)