Minggu, 3 Mei 2026

Jawa Tengah

Rebut Kursi 2029, DPW PPP Jateng Minta Kader Nongkrong Bareng Anak Muda

DPW PPP Jateng gelar Muscab Dapil VI di Wonosobo, Minggu (3/5). Kader diminta nongkrong bareng pemuda demi rebut kursi DPR RI pada 2029.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
MUSCAB PPP DAPIL VI - Suasana Musyawarah Cabang (Muscab) bersama PPP Dapil VI Jawa Tengah yang digelar di GOR SMA Takhassus Wonosobo, Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat barisan kader menghadapi Pemilu 2029. 
Ringkasan Berita:
  • PPP Jateng menggelar Muscab bersama Dapil VI di GOR SMA Takhassus Wonosobo.
  • Ketua DPW, Suyono, targetkan PPP merebut kembali kursi DPR RI di Pemilu 2029.
  • Kader dilarang urusi konflik, lebih baik menyapa dan nongkrong dengan anak muda.
  • Ada transformasi regenerasi: kader muda memimpin, kasepuhan memberi nasihat
  • Muscab sengaja digelar di pesantren untuk menyasar kembali suara kaum santri.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Upaya memperkuat barisan internal terus dilakukan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah sebagai langkah strategis dalam menghadapi perhelatan Pemilu 2029 mendatang.

Ketua DPW PPP Jateng, Suyono, menekankan pentingnya kekompakan serta peningkatan kualitas kader partai sebagai kunci utama untuk mencapai target tersebut.

"Di Pemilu 2024 lalu, PPP sempat kehilangan kursi di DPR RI. Kursi yang hilang tersebut harus diraih lagi di Pemilu 2029 nanti. Maka semua pengurus dan kader harus solid dan berkualitas," tegasnya memotivasi para peserta.

Kegiatan ini diikuti oleh lima DPC PPP dari wilayah eks Karesidenan Kedu, yakni Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, serta Purworejo.

Menurut Suyono, soliditas internal partai harus diwujudkan melalui kerja kolektif, bukan dengan mengedepankan ego dan kepentingan individu semata. Selain itu, para kader juga dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui penambahan wawasan pengetahuan dan perluasan jaringan.

"Tidak usah berfikir tentang konflik. Karena yang konflik itu orangnya bukan partai. Yang penting kader harus simpantik. Sapa masyarakat, ngobrol dan nongkrong bersama anak muda. Cerita hal-hal positif tentang PPP," sebutnya memberikan arahan.

"Yang muda yang memimpin dan bergerak sedang yang tua (kasepuhan) memberi nasehat. Kolaborasi lintas generasi ini, saya yakin yang bisa membawa PPP kembali bangkit. Agenda Muscab lima tahunan bisa dijadikan sebagai media evaluasi, introspeksi dan refleksi," tandasnya.

Suyono menegaskan kembali bahwa keberhasilan partai ke depan tidak hanya ditentukan oleh identitas sejarah masa lalu, tetapi juga melalui program kerja serta kinerja nyata para kader yang sedang duduk di pemerintahan maupun di legislatif.

"Muscab PPP sendiri punya peran strategis sebagai ajang pelaksanaan evaluasi program kerja sebelumnya. Menyusun program kerja dan arah kebijakan partai lima tahun mendatang. Penyusunan kepengurusan DPC PPP di Dapil VI Jawa Tengah," terangnya.

Dalam kegiatan Muscab tersebut juga akan dibentuk tim formatur khusus untuk menyusun kepengurusan baru. Tim ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari DPP, DPW, DPC, hingga perwakilan PAC di tingkat bawah.

"PPP ini punya basis pesantren dan santri. Maka Muscab PPP di Kedu Raya ini digelar di komplek PP Al-Asy'ariyah Kalibeber Mojotengah Wonosobo. Kami ingin mengembalikan basis awal PPP, yakni pesantren dan menyasar kalangan santri," ungkap Gus Itab.

Gus Itab sangat berharap bahwa kepengurusan baru yang nantinya terbentuk mampu menghadirkan sosok kader-kader yang berintegritas, berkapasitas, dan memiliki dedikasi tinggi dalam memperkuat posisi PPP di daerahnya masing-masing. (ima)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved