Senin, 27 April 2026

Berita Wonosobo

80 Persen APBD Wonosobo Ditopang Pusat, Apa yang Terjadi saat Dipangkas Rp64 Miliar?

Pemkab Wonosobo memperketat anggaran setelah pendapatan dari pusat dipangkas hingga Rp64 miliar. Namun, layanan publik tetap jadi prioritas.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH
BAHAS TKD - Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Wonosobo Tri Antoro menjelaskan soal Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026. Pemerintah pusat memangkas Dana TKD 2026 Wonosobo sebesar Rp64 miliar. 

Menurut Tri, tren penurunan dana transfer tidak hanya terjadi di Wonosobo tetapi juga merata secara nasional. 

Ia menyebut bahwa sebagian dana dari DAU dialihkan ke kementerian dan lembaga untuk disalurkan kembali ke daerah melalui kegiatan strategis. 

"Penurunan ini istilahnya pengalihan," ucapnya.

Pengalihan dana ini bertujuan untuk mendukung program-program strategis nasional, seperti Sekolah Rakyat dan program Koperasi Merah Putih, yang juga harus didukung oleh pemerintah daerah.

Prioritaskan Layanan Publik dan Belanja Pegawai

Terkait pengurangan anggaran dari pemerintah pusat ini, Tri mengatakan, layanan publik tetap menjadi prioritas.

Begitu pula belanja pegawai, diikuti kebutuhan operasional seperti listrik, air, dan alat tulis kantor. 

"Ledeng listrik kalau kira-kira tidak perlu pakai, kita matikan dulu."

"Makan minum, ya mungkin snack-snack saja lah, nggak usah makan," ucapnya memberikan gambaran.

Ia menambahkan bahwa kegiatan operasional yang bersifat administratif akan ditunda sementara.

Prioritas belanja modal akan difokuskan untuk rakyat dan pelayanan dasar, seperti bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta alokasi untuk dana tidak terduga mengantisipasi bencana.

"Pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terhambat, itu kuncinya," tegasnya.

Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Bikin Pohon Tumbang di Wonosobo, Tutup Akses Jalan Hingga Timpa Rumah

Tri juga menyinggung tentang ketergantungan tinggi Wonosobo terhadap dana transfer, yang mencapai lebih dari 80 persen dari total pendapatan daerah. 

Sementara, ruang fiskal untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) masih terbatas. 

"Kalau pendapatan kita belum mampu naik, setidak-tidaknya belanjanya yang kita kurangi, yang prioritas dulu," katanya.

Ia menyebut belum bisa memastikan proyek apa saja yang akan terdampak penurunan ini mengingat upaya penyesuaian anggaran kini tengah dibahas di Badan Anggaran DPRD. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved