Berita Wonosobo
80 Persen APBD Wonosobo Ditopang Pusat, Apa yang Terjadi saat Dipangkas Rp64 Miliar?
Pemkab Wonosobo memperketat anggaran setelah pendapatan dari pusat dipangkas hingga Rp64 miliar. Namun, layanan publik tetap jadi prioritas.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta melakukan pemetaan dan pengurangan secara mandiri agar pemangkasan lebih tepat sasaran, serta berinovasi dalam menyiasati efisiensi anggaran.
Menyinggung terkait realisasi APBD 2025, Tri Antoro menyebut secara keseluruhan berada di angka 70-80 persen.
Tantangan utama di lapangan, khususnya untuk belanja fisik adalah masalah proses lelang.
Namun, dia optimistis, rata-rata pekerjaan fisik akan selesai pada pertengahan Desember 2025.
"Kalau memang tidak bisa dilaksanakan, lebih baik tidak dilaksanakan dulu, disisakan untuk tahun berikutnya," ujar Tri.
Dengan situasi fiskal yang menantang ini, Pemkab Wonosobo berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi dan pelayanan publik.
Tri menegaskan, langkah pengetatan ini bukan semata penghematan, melainkan bentuk tanggung jawab agar pemerintahan tetap berjalan.
"Yang penting, pemerintahan berjalan."
"Melayani masyarakat, berjalan," katanya. (*)
| Sinergi 32 Perusahaan: Strategi Wonosobo Atasi Krisis Mata Air Lewat Konservasi Terpadu |
|
|---|
| Pohon Besar Tumbang di Kalikajar Wonosobo, Sejumlah Pemotor Nekat Gotong Kendaraan Demi Melintas |
|
|---|
| Banjir Masih Kerap Melanda Wonosobo, Pemkab Berencana Buat Sodetan Sungai Wangan Aji Menuju Serayu |
|
|---|
| Warga Wonosobo Mulai Bersih-bersih dan Tata Kembali Bangunan yang Rusak Diterjang Angin Kencang |
|
|---|
| Kesaksian Warga soal Kecelakaan Beruntun di Parakan-Kertek Wonosobo, Slamet: Truk Sudah Kemebul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/31102025-Kepala-BPPKAD-Wonosobo-Tri-Antoro.jpg)