Berita Jateng
Susahnya Cari Kerja di Solo, Diah 8 Kali Melamar Ditolak
Ratusan pemalar kerja memenuhi kantor Balai Kota Solo lantaran ada kegiatan Job Fair 2025 sejak kemarin
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto | Editor: khoirul muzaki
"Angka pengangguran 12 ribu, ya kita berharap terus agar bisa maksimal terserap, ke depan kita target agar bisa berkurang," kata Respati di Pendapi Gede Balai Kota Solo.
Respati menyarankan agar para pelamar kerja tidak memilih pekerjaan.
“Kita tidak pernah punya data lowongan yang dibutuhkan apa dan di dunia pendidikan apa. Jadi pendidikan karakter itu penting di tingkat sekolah dan kuliah, jadi tidak memilih-milih pekerjaan," katanya.
Ketua umum forum pusat karir perguruan tinggi, Dhany Damanik, mengatakan ada 60 perusahaan yang mengikuti job fair.
Perusahaan terdiri dari 40 perusahaan secara offline dan 20 secara online.
Dhany Damanik mengatakan ada 2.500 lowongan pekerjaan.
"Yang dibuka hari ini hampir 2.500 lowongan pekerjaan. Ya, kita berharap semua terserap," ungkapnya.
Ia memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang mengikuti job fair itu membuka lowongan pekerjaan.
Untuk memastikan perusahaan tersebut membuka lowongan, ia selalu meminta rekap data setelah job fair berlangsung.
"Data serapan setelah job fair diberikan ke Dinas Tenaga Kerja. Ya, memang kita harapkan setidak-tidaknya perusahaan ini setelah job fair, nanti 2 bulan, paling maksimal 3 bulan itu harus ada ngasih data. Tapi kami untuk periode ini itu 1 bulan," tandasnya.
Diketahui, Balai Kota Solo kerap menggelar acara Job fair di tahun 2025 ini.
Rata-rata pelamar merupakan lulusan sarjana. (waw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/job-fair-soloo.jpg)