Senin, 27 April 2026

Berita Jateng

Susahnya Cari Kerja di Solo, Diah 8 Kali Melamar Ditolak

Ratusan pemalar kerja memenuhi kantor Balai Kota Solo lantaran ada kegiatan Job Fair 2025 sejak kemarin

Woro Seto
JOB FAIR- Sejumlah orang mengantri untuk memasukkan lamaran kerja di pendapi balai kota Solo, Kamis (30/10/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO- Ratusan pemalar kerja memenuhi kantor Balai Kota Solo lantaran ada kegiatan Job Fair 2025 sejak kemarin hingga hari ini, Kamis (30/10/2025).

Dua hari digelar, ratusan pelamar kerja sudah memadati kantor balai kota.

Angga (25) merupakan salah satu pelamar yang sudah datang sejak pagi.

Ia sangat semangat memasukkan lamaran kerja lantaran sudah setahun menganggur.

“Saya lulusan sarjana, tapi memang sudah setahun menganggur, ternyata mencari pekerjaan cukup susah, ini hari terakhir job fair, jadi saya terus berusaha” ujarnya, Kamis (30/10/2025)

Angga sejak pagi sudah antri untuk memasuki pendapi Balai Kota.

Angga mengaku sudah memasukkan lamaran ke sejumlah stand perusahaan yang ada di balai kota.

Sementara itu, Diah (27) mengaku ingin mencari pekerjaan sesuai passionnya.


Ia beberapa kali bekerja di sejumlah tempat.

“Selama ini saya freelance, saya ingin menjadi pegawai tetap di sebuah perusahaan, inginnya sih di hotel karena saya lulusan perhotelan,” ungkapnya.

Diah mengatakan selama ini sudah delapan kali memasukkan lamaran kerja di beberapa hotel, namun belum ada yang menerimanya.

“Sudah delapan kali melamar kerja, tapi belum ada yang nyantol, tapi saya nggak menyerah, mau usaha terus,” ujarnya.

Baca juga: Apa Itu Program Kecamatan Berdaya, Empat Kecamatan di Purbalingga Jadi Percontohan


Para pelamar ini sebelumnya harus mendaftarkan diri melalui website yang sudah tersedia. 

Sementara itu Wali Kota Solo, Respati Ardi mengatakan angka pengangguran di Kota Solo masih sekira 12.000 orang. 

Respati berharap job fair bisa mengurangi pengangguran.

"Angka pengangguran 12 ribu, ya kita berharap terus agar bisa maksimal terserap, ke depan kita target agar bisa berkurang," kata Respati di Pendapi Gede Balai Kota Solo.

Respati menyarankan agar para pelamar kerja tidak memilih pekerjaan.

“Kita tidak pernah punya data lowongan yang dibutuhkan apa dan di dunia pendidikan apa. Jadi pendidikan karakter itu penting di tingkat sekolah dan kuliah, jadi tidak memilih-milih pekerjaan," katanya.

Ketua umum forum pusat karir perguruan tinggi, Dhany Damanik, mengatakan ada 60 perusahaan yang mengikuti job fair.

Perusahaan terdiri dari 40 perusahaan secara offline dan 20 secara online.

Dhany Damanik mengatakan ada 2.500 lowongan pekerjaan.

"Yang dibuka hari ini hampir 2.500 lowongan pekerjaan. Ya, kita berharap semua terserap," ungkapnya.


Ia memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang mengikuti job fair itu membuka lowongan pekerjaan. 

Untuk memastikan perusahaan tersebut membuka lowongan, ia selalu meminta rekap data setelah job fair berlangsung.


"Data serapan setelah job fair diberikan ke Dinas Tenaga Kerja. Ya, memang kita harapkan setidak-tidaknya perusahaan ini setelah job fair, nanti 2 bulan, paling maksimal 3 bulan itu harus ada ngasih data. Tapi kami untuk periode ini itu 1 bulan," tandasnya.

Diketahui, Balai Kota Solo kerap menggelar acara Job fair di tahun 2025 ini.

Rata-rata pelamar merupakan lulusan sarjana. (waw)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved