Senin, 27 April 2026

Berita Semarang

Gagal Berangkat Umrah Berkali-kali, Warga Geruduk Agen Travel di Java Supermall Semarang

Belasan calon jemaah umrah menggeruduk agen travel Al-Amanah di Java Supermall Semarang. Mereka menuntut pengembalian dana.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Reza Gustav Pradana
UMRAH DITUNDA - Warga menggeduruk agen travel Al-Amanah yang berada di lantai dasar Java Supermall, Kota Semarang, Minggu (26/4/2026) malam. Belasan orang yang mengaku sebagai korban berkumpul menuntut kejelasan pengembalian dana setelah keberangkatan umrah mereka berulang kali ditunda. 

Ringkasan Berita:
  • Belasan calon jemaah umrah menggeruduk agen travel Al-Amanah di lantai dasar Java Supermall Semarang, Minggu malam.
  • Mereka menuntut kejelasan pengembalian uang setelah keberangkatan ibadan umrah ditunda berkali-kali.
  • Dugaan penipuan ini kini telah dilaporkan ke polisi.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Belasan orang menggeruduk agen travel Al-Amanah yang berada di lantai dasar Java Supermall Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/4/2026) malam.

Mereka menuntut kejelasan pengembalian dana dari biro penyelenggara umrah dan haji khusus itu setelah rencana keberangkatan ibadah umrah mereka berkali-kali ditunda.

Kedatangan mereka pun menarik perhatian pengunjung mall.

Aparat kepolisian dan petugas keamanan mal juga terlihat di lokasi.

Di depan kantor agen yang berada di area basement itu, para korban satu per satu menyuarakan kekecewaan. 

Sementara, seorang pria yang diduga pengelola agen travel tersebut, kemudian diminta ikut petugas ke Mapolrestabes Semarang.

Baca juga: Tragedi Berdarah di Dadapsari Semarang: Ayah Kehilangan Dua Anak Sekaligus Akibat Cekcok Maut

Endang (54), satu di antara warga yang mengaku sebagai korban, menceritakan rencananya bersama sang adik berangkat umrah pada Desember 2025.

Namun, lanjut dia, janji keberangkatan terus mundur tanpa kepastian.

"Dijanjikan berangkat tanggal 5 Desember (2025), mundur tanggal 30, terus mundur lagi tanggal 5 Januari (2026)."

"Saya berdua dengan adik saya, (sudah bayar) Rp46 juta, tapi baru dikembalikan Rp25 juta," sebut Endang.

Dia mengungkapkan, alasan yang diberikan pihak agen kerap berubah-ubah, mulai dari kondisi penuh hingga alasan lain yang tak jelas. 

Hal serupa juga dialami Sustiowati, yang mengaku selalu diyakinkan bisa berangkat setiap kali bertanya.

"Setiap kami tanya, selalu dibilang ada keberangkatan." 

"Nanti langsung dibuatkan draf dan disuruh bayar,” ujarnya. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved