Selasa, 5 Mei 2026

Berita Jateng

Jelang Hari Santri 2025, Ratusan ASN Jateng Ngaji Kitab Karya KH Hasyim Asyari

Pengkajian kitab dibimbing Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Kota Semarang, Kiai Ubaidillah Shodaqoh.

Tayang:
ist/dok pemprov jateng
NGAJI BANDONGAN - Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin memberikan sambutan sebelum acara Ngaji Bandongan yang diikuti ratusan ASN di lingkungan Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Senin (20/10/2025). Pengkajian kitab karya pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadrotussyaikh Kiai Hasyim Asy'ari itu dibimbing Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Kota Semarang, Kiai Ubaidillah Shodaqoh. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -  Menjelang perayaan Hari Santri tahun 2025, ratusan Aparatur Sipil Negera  (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengikuti kegiatan Ngaji Bandongan, Kitab Adabul 'Alim wal Muta'alim, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Senin (20/10/2025).

Pengkajian kitab karya pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadrotussyaikh Kiai Hasyim Asy'ari itu dibimbing Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Kota Semarang, Kiai Ubaidillah Shodaqoh.

Sebagai informasi, bandongan adalah sistem pengajian yang berpusat pada seorang guru. Yaitu, guru membacakan sebuah kitab, mengartikan atau menerjemahkannya, lalu menjelaskan kandungan isi kitabnya kepada santri.

Baca juga: Bukan Hanya Ahli Nasab, KH Imaduddin Karang Kitab Ushul Fikih Raudatul Jami Fi Syarhi Jam’il Jawami

NGAJI KITAB - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Kota Semarang, Kiai Ubaidillah Shodaqoh (kanan) tengah membimbing ratusan ASN di Pemprov Jateng yang mengikuti Ngaji Bandongan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Senin (20/10/2025). Kegiatan pengkajian kitab karya pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadrotussyaikh Kiai Hasyim Asy'ari itu diikuti Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin.
NGAJI KITAB - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Kota Semarang, Kiai Ubaidillah Shodaqoh (kanan) tengah membimbing ratusan ASN di Pemprov Jateng yang mengikuti Ngaji Bandongan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Senin (20/10/2025). Kegiatan pengkajian kitab karya pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadrotussyaikh Kiai Hasyim Asy'ari itu diikuti Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin. (ist/dok pemprov jateng)

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, mengatakan, Ngaji Bandongan dilakukan menggunakan metode tradisi pengkajian di pondok pesantren.

Hal ini juga bertujuan mengenalkan tradisi pembelajaran di pondok pesantren kepada khalayak.

"Tujuannya supaya teman-teman dari ASN itu benar-benar bisa merasakan tradisi di pesantren" kata dia.

Dikatakan Taj Yasin, nilai-nilai yang dibahas dari kitab tersebut, salah satunya yakni seorang alim (berilmu) itu harus memiliki sifat yang wara', yaitu sikap hati-hati dengan menghindari segala sesuatu yang syubhat (meragukan) atau mendekati haram.

Baca juga: Lepas Kafilah Jateng, Taj Yasin Optimis Juara di STQH Kendari

Selain itu agar memiliki sifat yang tawadhu (rendah hati).

Ia berharap, ilmu yang diperoleh dari kegiatan mengaji tersebut bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan kerja. 

Semantara itu, Kiai Ubaidillah Shodaqoh mengatakan, mengaji kitab banyak dilakukan tokoh-tokoh berilmu.

Oleh karenanya, tradisi mengaji yang dilakukan oleh para ulama itu perlu diteladani. 

Sebagai informasi, kegiatan dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2025 tersebut juga dilakukan serentak di kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Akan tetapi dipimpin oleh tokoh ulama yang berbeda-beda. (*)

Baca juga: Kemunculan KH Imaduddin Gairahkan Santri di Banjarnegara untuk Mengkaji Kitab

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved