Berita Jateng
Lihatlah Keluarga Miskin di Kudus Tinggal di Rumah Bedeng, Anak Putus Sekolah
Kemiskinan membuatnya harus tinggal di bedeng dengan dinding sisa banner dan anak yang putus sekolah.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Siti Sumanah tidak bisa berbuat banyak atas nasib yang saat ini menimpanya. Kemiskinan membuatnya harus tinggal di bedeng dengan dinding sisa banner dan anak yang putus sekolah.
Rumah bedeng dengan rangka bambu dan dinding sisa banner dan atap seng itu menjadi tempat berteduh Siti Sumanah dari teriknya matahari dan dinginnya hujan. Rumah yang berada di samping suhgai itu berada di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Rumah yang ukurannya yang kecil itu tidak mamlu menampung sekua perabot. Beberapa perabotnya tertata di luar.
Sehari-hari Siti tinggal bersama anak lelaki yang kini berusia 16 tahun. Anaknya yang bernama Andika Wira Kusuma Nugraha kini putus sekolah. Dia putus sekolah sejak dua tahun lalu.
"Dia putus sekolah saat hendak naik ke kelas VIII SMP" kata Siti, Sabtu (2/5/2026).
Kini Andika sehari-hari membantu ibunya mencari nafkah. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Siti mengandalkan penghasilan yang tidak menentu dari jualan makanan.
"Sebelumnya saya tinggal di (Desa) Gribig, suami saya meninggal 15 November 2025 karena strok," katanya.
Melihat kondisi mengenaskan yang menimpa warganya tersebut, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris meninjau langsung rumah tak layak yang dihuni Siti dan anak lelakinya. Ia datang bersama wakilnya Bellinda Birton dan sejumlah aparat desa, kecamatan, TNI, Polri, dan sejumlah organisasi perangkat daerah.
Kedatangannya tersebut lantaran sebelumnya telah mendapatkan laporan dari warga. Dia datang juga bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
"Kami datangi dalam momen Hari Pendidikan Nasional, dan anaknya juga putus sekolah. Tadi Kepala Disdikpora dan Ketua PGRI langsung backup. Anaknya mau sekolah lagi, melanjutkan SMP hingga SMA, dengan permintaan sekolah siang agar pagi bisa membantu orang tuanya bekerja," kata Sam'ani.
Dalam kunjungannya tersebut Sam'ani juga membawa bantuan kebutuhan dasar berupa selimut, kasur, serta sembako.
Baca juga: Sosok Frans Kongi Ketua DPP Apindo Jateng Meninggal Hari Ini
Kemudian untuk perbaikan rumah untuk Siti, kata Sam'ani, akan diusulkan sebagai penerima program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) melalui kolaborasi berbagai pihak.
"Nanti kita bantu pembangunan rumah sederhana. Kita masukkan dalam backlog RSLH, baik melalui Baznas maupun dukungan swasta seperti Djarum, Nojorono, Bank Jateng, maupun Pura," kata Sam'ani.
Terkait kondisi lahan yang berada di tepi sungai dan dinilai kurang layak, Sam'ani juga telah menginstruksikan tindak lanjut teknis.
"Saya sudah instruksikan kepada desa untuk didokumentasikan dan dikirim ke Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruanh), untuk dikoordinasikan dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai)," kata Sam'ani. (Goz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Miskin-bedeng-kudus.jpg)