Berita Internasional
Guncang Israel, Naftali Bennett dan Yair Lapid Bentuk Partai 'Beyahad' Demi Tumbangkan Netanyahu
Mantan PM Israel Naftali Bennett dan Yair Lapid bersatu membentuk partai Beyahad untuk menggulingkan Benjamin Netanyahu pada Pemilu mendatang.
Ringkasan Berita:
- Dua mantan perdana menteri Israel, Naftali Bennett dan Yair Lapid, resmi mengumumkan koalisi untuk menghadapi pemilihan umum (pemilu) tahun ini.
- Kedua tokoh ini sepakat mendirikan partai baru bernama Beyahad di bawah kepemimpinan Bennett.
- Senada dengan Bennett, Yair Lapid yang kini menjabat sebagai pemimpin oposisi, menyatakan kepercayaan penuhnya kepada rekan koalisinya tersebut.
- Meski Bennett berasal dari sayap kanan, Lapid menilainya sebagai politisi yang jujur.
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEL AVIV – Dua mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett dan Yair Lapid, resmi mengumumkan pembentukan koalisi baru bernama partai "Beyahad" demi menggulingkan petahana Benjamin Netanyahu dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Oktober mendatang.
"Malam ini, bersama teman saya Yair Lapid, saya mengambil langkah paling patriotik untuk negara kami," ujar Bennett dalam pernyataan bersama yang disiarkan televisi, Minggu (26/4/2026).
Langkah politik ini menjadi ancaman serius bagi dominasi Netanyahu yang telah berkuasa selama 18 tahun.
Di bawah kepemimpinan Bennett, koalisi Beyahad mengusung misi utama yang sangat sensitif: membentuk komisi penyelidikan nasional untuk mengusut kegagalan intelijen dan militer pada serangan Hamas 7 Oktober 2023—sebuah langkah yang selama ini konsisten ditolak oleh pemerintahan Netanyahu.
Misi Membongkar Kegagalan Keamanan
Selain penyelidikan tragedi 7 Oktober, koalisi ini lahir dari kritik tajam terhadap cara Netanyahu menangani perang dan kebijakan luar negeri. Yair Lapid, yang saat ini menjabat sebagai pemimpin oposisi, menyebut gencatan senjata dua minggu dengan Iran baru-baru ini sebagai "bencana politik."
Meskipun keduanya memiliki latar belakang ideologi berbeda—Bennett dari sayap kanan dan Lapid dari faksi sentris—mereka sepakat untuk bersatu. Lapid memuji Bennett sebagai sosok politisi jujur yang mampu membawa era baru bagi Israel.
"Kami optimistis koalisi ini akan membawa kemenangan besar," tegas Lapid.
Profil Penantang: Mantan 'Anak Didik' yang Berbalik Melawan
Naftali Bennett (54) bukanlah orang asing bagi Netanyahu.
Mantan pengusaha teknologi sukses dan perwira komando militer ini dulunya adalah penasihat dekat Netanyahu sebelum akhirnya menjadi rival politik yang sengit.
Baca juga: Sembunyikan Riwayat Kanker dari Publik, Benjamin Netanyahu Akhirnya Buka Suara soal Kesehatannya
Profilnya yang tegas menjadikannya figur populer di kalangan generasi muda Israel pasca-perang Gaza dua tahun terakhir.
Sementara itu, Yair Lapid (62), mantan jurnalis televisi yang memimpin partai Yesh Atid, membawa kekuatan politik terbesar kedua di Israel ke dalam koalisi ini. Kekuatan Beyahad diprediksi akan semakin solid setelah Bennett mengajak tokoh sentris berpengaruh lainnya, Gadi Eisenkot, untuk bergabung.
Netanyahu di Persimpangan Jalan
Di sisi lain, Benjamin Netanyahu (76) dipastikan tetap memimpin partai Likud.
| Diselamatkan Persiba, PSIS Semarang Amankan Tiket Championship Musim Depan |
|
|---|
| Gagal Berangkat Umrah Berkali-kali, Warga Geruduk Agen Travel di Java Supermall Semarang |
|
|---|
| Guru Ketahuan Ngonten Bakal Ditegur, Pemkab Wonosobo Resmi Batasi Main HP di Sekolah |
|
|---|
| Terbawa Arus 300 Meter, Jasad Nelayan Puring Ditemukan Wisatawan di Bibir Pantai Surumanis |
|
|---|
| Tragedi Berdarah di Dadapsari Semarang: Ayah Kehilangan Dua Anak Sekaligus Akibat Cekcok Maut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/NETANYAHU-WOKE.jpg)