Sabtu, 25 April 2026

Berita Internasional

Sembunyikan Riwayat Kanker dari Publik, Benjamin Netanyahu Akhirnya Buka Suara soal Kesehatannya

PM Israel Benjamin Netanyahu mengaku sempat idap kanker prostat & jalani terapi radiasi rahasia. Ia klaim sudah sembuh & sehat. Simak laporannya!

Editor: Rustam Aji
istimewa
NETANYAHU- Netanyahu Mengaku Idap Kanker Prostat, Sengaja Rahasiakan Pengobatan demi Hindari Propaganda Iran. 
Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa dirinya sempat didiagnosis mengidap kanker prostat dan telah menjalani serangkaian pengobatan secara rahasia.
  • Kabar mengejutkan ini disampaikan Netanyahu pada Jumat (24/4/2026), berbarengan dengan rilis laporan pemeriksaan medis tahunannya.  
  • Netanyahu menyebut, dia sengaja menunda perilisan laporan medis tersebut selama dua bulan agar informasi mengenai penyakitnya tidak dimanfaatkan oleh pihak luar.

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEL AVIV – Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, membuat pengakuan mengejutkan dengan mengungkapkan bahwa dirinya sempat didiagnosis mengidap kanker prostat dan telah menjalani serangkaian pengobatan secara rahasia. 

Informasi yang selama ini ditutup rapat tersebut baru dirilis pada Jumat (24/4/2026) bersamaan dengan laporan medis tahunannya.

Pemimpin terlama dalam sejarah Israel ini mengaku sengaja menunda pengumuman kondisinya selama dua bulan. Langkah tersebut diambil guna menghindari risiko politik dan memastikan informasi kesehatannya tidak disalahgunakan oleh musuh bebuyutan negaranya.

"Supaya (informasi ini) tidak digunakan sebagai propaganda oleh Iran," ungkap Netanyahu dalam keterangan resminya, sebagaimana dilansir CNN.

Kronologi Deteksi Dini

Berdasarkan dokumen medis yang dirilis, riwayat penyakit ini bermula saat Netanyahu menjalani operasi pembesaran prostat pada Desember 2024.

Meskipun prosedur tersebut sempat diumumkan ke publik, hasil pemeriksaan lanjutan pasca-operasi justru menemukan adanya tumor ganas dengan ukuran kurang dari satu sentimeter.

Baca juga: Respons Agresi Israel, Empat Kekuatan Muslim Godok Aliansi Pertahanan "NATO Versi Timur Tengah"

Sumber internal Israel menyebutkan bahwa kanker tersebut terdiagnosis beberapa bulan lalu. Netanyahu kemudian memilih menjalani terapi radiasi tertarget secara diam-diam.

"Bintik (tumor) itu telah hilang sepenuhnya. Puji Tuhan, saya sehat. Saya memiliki masalah medis kecil pada prostat saya yang telah ditangani sepenuhnya," tegas Netanyahu.

Tim Medis: Kondisi Stabil Tanpa Metastasis

Kantor Perdana Menteri Israel turut menyertakan dua pucuk surat dari tim dokter untuk meyakinkan publik. Tim medis menegaskan bahwa penyakit tersebut berhasil ditangani dengan baik berkat deteksi dini yang sangat cepat.

"Ini adalah deteksi dini dari lesi yang sangat kecil, tanpa metastasis (penyebaran), sebagaimana dikonfirmasi oleh semua tes lainnya tanpa keraguan sedikit pun," tulis tim dokter dalam laporan tersebut.

Baca juga: Gunakan Fasilitas Publik untuk Teror Pinjol, Pelaku Laporan Palsu Damkar Semarang Terancam Penjara

Sorotan Terhadap Kebugaran Pemimpin Riwayat kesehatan Netanyahu memang terus menjadi sorotan tajam dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum pengumuman kanker ini, ia tercatat beberapa kali naik meja operasi, di antaranya:

  • Juli 2023: Pemasangan alat pacu jantung setelah sempat dilaporkan pingsan.
  • Maret 2024: Operasi hernia, prosedur yang juga pernah ia jalani 11 tahun sebelumnya.

Pengumuman ini muncul di tengah tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah, di mana kebugaran fisik seorang pemimpin negara menjadi variabel krusial dalam stabilitas politik nasional maupun regional. Meski mengklaim telah pulih total, pengakuan ini diprediksi akan memicu perdebatan mengenai transparansi kondisi kesehatan pejabat publik di Israel. (danur/kpc)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved