Iran Vs Israel dan Amerika
Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS di Selat Hormuz dengan Rudal
Iran ancam tenggelamkan kapal perang AS di Selat Hormuz dengan rudal dan sandera tentara sebagai balasan atas blokade selat Hormuz
Ringkasan Berita:
- Iran mengancam akan menenggelamkan kapal-kapal Amerika di Selat Hormuz jika mereka memutuskan untuk mengawasi jalur pelayaran itu.
- "Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" kata Mohsen Rezaei, Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, dikutip dari AFP, Kamis (16/4/2026).
- Seperti diketahui, AS memberlakukan blokade militer di Selat Hormuz setelah Teheran dan Washington gagal mencapai kesepakatan
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah Teheran secara terbuka mengancam akan menenggelamkan kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) yang mencoba mengawasi Selat Hormuz.
Ancaman ini merupakan respons keras atas perintah Presiden Donald Trump yang memberlakukan blokade militer total terhadap jalur perdagangan vital tersebut sejak Senin (13/4).
Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa armada AS berada dalam jangkauan langsung rudal-rudal Iran.
"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami. Keberadaan mereka menghadirkan bahaya besar bagi militer AS sendiri," ujar Rezaei dalam siaran televisi pemerintah, Rabu (15/4).
Rezaei, yang juga mantan Panglima Garda Revolusi, bahkan melontarkan pernyataan provokatif mengenai potensi invasi darat. Ia mengklaim Iran siap menyandera ribuan tentara AS dan menuntut tebusan sebesar 1 miliar dolar AS per kepala.
Blokade AS dipicu oleh kegagalan perundingan di Islamabad, Pakistan, pada 11 April lalu.
Baca juga: Hindari Ancaman Houthi,AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Iran Lewat Rute Tak Biasa di Pesisir Afrika
Pertemuan tersebut menemui jalan buntu setelah Iran menolak syarat AS untuk menghentikan program uranium dan membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya telah ditutup sepihak oleh Iran pasca-serangan gabungan AS-Israel pada Februari 2026.
Dampak blokade ini sangat signifikan, mencakup:
- Pelarangan akses bagi semua kapal dari dan menuju pelabuhan pesisir Iran.
- Pemutusan jalur pendapatan utama Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
- Peningkatan risiko keamanan pada jalur logistik energi global.
Tidak hanya mengancam kapal perang, Iran juga berencana memperluas zona konflik. Kepala Pusat Komando Militer Iran, Ali Abdollahi, memperingatkan bahwa pihaknya akan memutus total arus ekspor-impor di Laut Merah jika blokade AS tidak segera dihentikan.
"Jika AS menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan tanker minyak Iran, itu akan menjadi gerbang pelanggaran gencatan senjata," tegas Abdollahi.
Kondisi ini menandakan berakhirnya gencatan senjata dua minggu yang sempat disepakati kedua negara. Saat ini, Selat Hormuz—yang merupakan jalur bagi hampir seperlima konsumsi minyak dunia—kembali menjadi titik paling berbahaya di dunia. (m zaenuddin/kps)
| Pengendara Motor Tabrak Truk Hino di Jalan Soekarno Hatta Salatiga, Diduga Kurang Konsentrasi |
|
|---|
| Mahar Haji Jadi Tren Baru di Jateng: Harga Bersaing dengan Motor, Hak Istri Tetap Aman Meski Cerai |
|
|---|
| Imam Ahfas Bocorkan Mekanisme Muscab PKB Banyumas, Sebut Nama Wakil Bupati Masuk Radar Pemetaan |
|
|---|
| Mayat Pria Tanpa Identitas Mengapung di Embung Sedo Demak Bikin Geger Warga, Sidik Jari Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260416-kapal-as.jpg)