Kamis, 7 Mei 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Ali Larijani Sosok Kunci Pasca-Kematian Khamenei: Diprediksi Jadi Penentu Nasib Iran

Ali Larijani muncul sebagai sosok kunci usai wafatnya Ali Khamenei. Simak profil dan peran strategis Kepala SNSC dalam menentukan arah nuklir Iran.

Tayang:
Editor: Rustam Aji
FT.COM
SIAPA PENGGANTI KHAMENEI? - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei diumumkan telah wafat. Nama Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), Ali Larijani, mencuat sebagai sosok paling berpengaruh yang diperkirakan akan mengendalikan arah masa depan Republik Islam Iran. 
Ringkasan Berita:
  • Nama Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani kini muncul sebagai sosok kunci usai kematian Ayatollah Ali Khamenei
  • Al Jazeera bahkan melaporkan Ali Larijani akan mengambil alih kendali negara.
  • Kendati demikian, belum ada sosok resmi pengganti Khamenei yang akan menjadi pemimpin tertinggi Iran. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Di tengah masa berkabung nasional pasca-wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, nama Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), Ali Larijani, mencuat sebagai sosok paling berpengaruh yang diperkirakan akan mengendalikan arah masa depan Republik Islam Iran.

Laporan dari Al Jazeera menyebutkan bahwa Larijani kini memegang peran sentral dalam menjaga stabilitas negara.

Meski mekanisme resmi pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran masih harus melalui Dewan Ahli, rekam jejak Larijani sebagai orang kepercayaan dekat mendiang Khamenei menjadikannya kandidat kuat dalam transisi kekuasaan ini.

"Larijani adalah orang dalam sejati, seorang operator yang cerdik. Ia memahami cara kerja sistem dan sangat memahami kecenderungan Pemimpin Tertinggi," ujar Ali Vaez, Direktur Proyek International Crisis Group untuk Iran.

Sosok Pragmatis dengan Latar Belakang Militer dan Diplomasi Larijani bukanlah orang baru dalam lingkaran kekuasaan Teheran.

Baca juga: Sumpah Balas Dendam: Garda Revolusi Umumkan Operasi Ofensif Terdahsyat Usai Wafatnya Ali Khamenei

Ia merupakan veteran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pemegang gelar PhD Filsafat Barat dari Universitas Teheran.

Jabatan strategisnya sebagai Kepala SNSC membuatnya memiliki kendali penuh atas strategi pertahanan dan pengawasan program nuklir Iran.

Baru-baru ini, Larijani ditunjuk untuk menjalankan misi diplomatik tingkat tinggi, termasuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejumlah pemimpin negara Teluk untuk menjajaki mediasi dengan Washington.

Sikap Tegas Terkait Program Nuklir

Di tengah eskalasi konflik dengan Israel, Larijani secara konsisten membela hak kedaulatan Iran dalam pengayaan uranium.

Namun, berbeda dengan kelompok garis keras lainnya, ia dikenal lebih pragmatis dan tetap membuka pintu negosiasi.

"Kami tidak bergerak menuju senjata nuklir, tetapi jika Anda melakukan kesalahan, Anda akan memaksa Iran ke arah itu untuk membela diri," tegas Larijani dalam sebuah wawancara televisi.

Baca juga: Yerusalem Bergetar! Iran Luncurkan Gelombang Baru Rudal, Targetkan Pangkalan Laut dan Haifa

Masa Depan Politik Iran Kembalinya Larijani ke puncak keamanan nasional sejak konflik pecah pada 2025 dianggap sebagai sinyal bahwa Iran tengah mengedepankan manajemen keamanan yang terukur.

Meskipun ia sempat didiskualifikasi dalam pemilihan presiden sebelumnya, situasi darurat pasca-serangan bunker-buster di Teheran pada Sabtu (28/2/2026) lalu menempatkannya sebagai "penjaga gawang" stabilitas nasional.

Ke depan, langkah politik Larijani akan menjadi sorotan dunia, terutama dalam menentukan apakah Iran akan memilih jalur konfrontasi total atau kembali ke meja perundingan terkait kesepakatan nuklir dan ketegangan di Timur Tengah.(ahmad naufal/kompas.com)

Baca juga: Misi Keluar Zona Merah, Manajemen PSIS Guyur Bonus Spesial Kontra Persiba Balikpapan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved