Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Iran Berduka: Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Dikonfirmasi Wafat Pasca-Serangan Udara

Iran konfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei pasca-serangan bunker buster di Teheran. Masa berkabung 40 hari dideklarasikan. Simak detailnya.

|
Editor: Rustam Aji
FT.COM
WAFAT - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan telah wafat. 
Ringkasan Berita:
  • Kantor berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan. 
  • Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional. 
  • Beit-e Rahbari selama ini dikenal tidak hanya sebagai tempat tinggal sang pemimpin tertinggi, tetapi juga lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran.

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Kantor berita resmi Iran, Tasnim dan Fars, akhirnya mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (1/3/2026).

Pengumuman ini mengakhiri spekulasi global setelah kompleks kediamannya di Teheran digempur serangan udara masif oleh kekuatan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Menanggapi kepergian pemimpin berusia 86 tahun tersebut, Pemerintah Iran langsung mendeklarasikan masa berkabung nasional selama 40 hari dan menetapkan tujuh hari libur nasional di seluruh negeri.

Hingga saat ini, otoritas Teheran belum merilis rincian medis terkait penyebab pasti kematian, selain konfirmasi bahwa sang pemimpin berada di lokasi saat serangan terjadi.

Bukti kehancuran pusat kekuasaan Iran tersebut terungkap melalui citra satelit terbaru dari Airbus Defence and Space.

 Foto udara menunjukkan kompleks Beit-e Rahbari, yang merupakan jantung politik dan tempat tinggal Khamenei, dalam kondisi hancur total.

Baca juga: Simpang Siur Nasib Ali Khamenei Pasca Serangan AS dan Israel, Teheran: Beliau Masih Hidup!

Beit-e Rahbari Hancur

Analisis ahli militer menunjukkan bahwa pola kawah dan dampak kerusakan yang terlihat konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster).

Senjata canggih ini dirancang khusus untuk menembus lapisan beton tebal guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang paling diperkuat sekalipun.

"Struktur bangunan utama beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah," lapor The New York Times merujuk pada analisis foto udara tersebut.

Beit-e Rahbari selama ini bukan sekadar kediaman pribadi, melainkan lokasi strategis tempat berlangsungnya pertemuan-pertemuan rahasia pejabat senior Iran dan pengambilan keputusan tertinggi negara.

Kehancuran total kompleks ini menandakan pukulan telak bagi struktur komando Republik Islam Iran.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei diprediksi akan memicu ketidakpastian politik di kawasan Timur Tengah, sementara dunia kini menanti siapa yang akan ditunjuk oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts) untuk mengisi kekosongan kekuasaan di Teheran. (ahmad Naufal/kompas.com)

Baca juga: Yerusalem Bergetar! Iran Luncurkan Gelombang Baru Rudal, Targetkan Pangkalan Laut dan Haifa

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved