Rabu, 6 Mei 2026

Banyumas

Cari Kebaikan, Pengusaha Beli Perkutut Gunung Slamet Rp70 Ribu

Apriyanto (41) berburu perkutut lokal Gunung Slamet di Pasar Burung Peksi Bacingan, Purwokerto, Rabu (6/5). Ia berharap tuah keberkahan.

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
BAWA KEBAIKAN - Apriyanto menunjukkan dua ekor burung perkutut Banyumas yang dibeli di Pasar Burung Peksi Bacingan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2026). Memelihara burung perkutut Banyumas diyakini mendatangkan kebaikan. 
Ringkasan Berita:
  • Apriyanto (41), seorang pengusaha, mencari burung perkutut di Pasar Peksi Bacingan.
  • Ia khusus mencari jenis perkutut lokal asal lereng Gunung Slamet.
  • Apriyanto membeli dua ekor perkutut seharga Rp70 ribu per ekor dan kandang Rp130 ribu.
  • Sebagai pemula, ia memelihara perkutut sekadar untuk hobi dan hiburan pribadi.
  • Ia percaya pada mitos bahwa perkutut asal Banyumas bisa membawa keberkahan.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Meski masih pagi, Apriyanto (41) sudah tampak antusias mencari burung perkutut di kawasan Pasar Burung Peksi Bacingan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (6/5/2026).

Pria tersebut secara khusus mencari burung perkutut lokal khas Banyumas, yang mana habitat aslinya biasa terdapat di kawasan lereng Gunung Slamet.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang pengusaha tersebut mengaku bahwa dirinya baru mulai menggeluti hobi memelihara burung.

Baca juga: Gen Z Banyumas Gandrungi Burung Kicau, Penjualan di Pasar Burung Peksi Bacingan Purwokerto Naik

Pada pagi itu, dia memutuskan untuk membeli dua ekor burung perkutut yang dibanderol seharga Rp70 ribu per ekornya.

Selain burungnya, ia juga sekalian membeli kandangnya dengan harga Rp130 ribu.

"Saya pemula, baru mau memelihara jadi belum mulai mengikuti lomba-lomba. Baru sekadar senang dulu," katanya saat berbincang kepada Tribunbanyumas.com di lokasi.

Lebih lanjut, Apriyanto mengatakan bahwa dia memiliki alasan tersendiri mengapa pada akhirnya memutuskan untuk membeli dan memelihara burung perkutut.

Alasan pertama adalah karena ia menyukainya, sekaligus untuk sarana hiburan saat berada di rumah.

Selanjutnya, burung perkutut lokal asal wilayah Banyumas ini juga memiliki mitos kuat di kalangan masyarakat bahwa kehadirannya akan membawa tuah kebaikan.

"Jadi untuk menghibur diri. Harapannya akan membawa kebaikan dan keberkahan," ungkapnya memungkasi. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved