Selasa, 12 Mei 2026

Purbalingga

Sosok Donatur Masjid Cheng Ho Purbalingga, Kucurkan Dana Miliaran

Sosok H. Achmad Zaky Arslan Djunaid, pengusaha asal Pekalongan yang rela mengucurkan dana miliaran rupiah demi selesaikan Masjid Cheng Ho Purbalingga,

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
ARSITEKTUR GAYA CHINA: Penampakan megah Masjid Muhammad Cheng Ho di Jalan Raya Purbalingga-Bobotsari KM 8, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Kamis (26/2/2026). Pembangunan masjid berarsitektur China ini rampung berkat kucuran dana miliaran rupiah dari seorang pengusaha dermawan asal Pekalongan, H. Achmad Zaky Arslan Djunaid. 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho di Purbalingga sempat mangkrak pada tahun 2007 karena panitia dan PITI kehabisan anggaran.
  • H. Achmad Zaky Arslan Djunaid, seorang pengusaha sukses dan pendiri Kospin Jasa asal Pekalongan, hadir menjadi donatur tunggal penyelesaian masjid.
  • Bantuan dana pribadi yang dikucurkan diperkirakan mencapai Rp 4 miliar, termasuk menanggung penuh biaya peresmian yang dihadiri 5.000 orang.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Masjid Muhammad Cheng Ho di Kabupaten Purbalingga pada awalnya diprakarsai pembangunannya oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Purbalingga.

Pemrakarsanya bernama Thio Hwa Kong atau Herry Susetyo, seorang mualaf keturunan Tionghoa setempat.

Tetapi, di balik kemegahan bangunan berarsitektur China yang kini berdiri kokoh tersebut, terdapat peran besar seorang muslim dermawan dari Kota Pekalongan.

Baca juga: Sejarah Masjid Cheng Ho Purbalingga, Bukti Nyata Impian Mualaf

Ia adalah almarhum H. Achmad Zaky Arslan Djunaid.

Lalu, siapakah sosok dermawan penyambung mimpi tersebut?

Sempat Mangkrak Lama

Ketua Takmir Masjid Cheng Ho Purbalingga, Untung Supardjo (83) mengatakan, kedatangan H. Achmad Zaky Arslan Djunaid untuk membantu pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho murni merupakan sebuah anugerah dari Allah SWT.

Masjid yang mulai diletakkan batu pertamanya pada tahun 2005 itu sempat mandek atau mangkrak di tahun 2007 karena ketiadaan anggaran dari panitia.

Tetapi berkat bantuan finansial yang kuat, proyek ini dilanjutkan kembali pada tahun 2010 dan dinyatakan selesai sepenuhnya pada tahun 2011.

"PITI Purbalingga tidak ada kemampuan untuk bisa melanjutkan, akhirnya mandek di tengah jalan. Untung saja ada Pak Zaky," ujarnya penuh syukur kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/2/2026).

Sosok Pengusaha Sukses

Untung menceritakan, H. Achmad Zaky Arslan Djunaid merupakan sosok pengusaha yang sangat sukses namun rendah hati.

Di Kota Pekalongan, ia dikenal luas sebagai tokoh kunci sekaligus pemilik Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa serta Rumah Sakit (RS) HA Zaky Djunaid.

Bahkan, dedikasi dan jiwa kepemimpinannya mengalir deras kepada anak-anaknya yang sukses mendapat kepercayaan masyarakat untuk menjadi kepala daerah.

"Anak dari Pak Zaky juga merupakan Wali Kota Pekalongan," ungkap Untung.

Sebagai informasi, putra beliau yakni almarhum H. Achmad Alf Arslan Djunaid pernah menjabat sebagai Wali Kota Pekalongan periode 2016-2021. Kemudian, tongkat estafet kepemimpinan tersebut dilanjutkan oleh putranya yang lain, H.A. Afzan Arslan Djunaid selama dua periode, yakni pada 2021-2024 dan 2024-2029.

Kucurkan Dana Miliaran

Menurut penuturan Untung, setelah mendapat bantuan pendanaan penuh, proses pembangunan masjid yang sempat terbengkalai itu akhirnya bisa diselesaikan hanya dalam kurun waktu 10 hingga 12 bulan saja.

Ia memperkirakan, nominal bantuan yang dikeluarkan secara pribadi oleh Pak Zaky kala itu mencapai angka sekitar Rp 4 miliar.

"Jadi pembangunan bergerak cepat. Setelah itu peresmian mengundang 5.000 orang, itu juga ditanggung semua oleh Pak Zaky," jelasnya mengenang kedermawanan sang tokoh. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved