Senin, 4 Mei 2026

Banyumas

Cuan Fotografer Pelari di Jalan Bung Karno, Penghasilan Lebihi UMK Banyumas

Tren fotografer pelari di Jalan Bung Karno Purwokerto bawa berkah. Reza raup cuan lebihi UMK dari jual foto pelari via aplikasi, Jumat (20/2).

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
BIDIK PELARI PURWOKERTO: Reza (27) tengah bersiaga memotret masyarakat yang sedang berolahraga lari pagi di kawasan Jalan Bung Karno, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (20/2/2026). Tren fotografer jalanan kini membuka peluang ekonomi kreatif baru yang menjanjikan. 

Ringkasan Berita:
  • Reza (27) sukses merintis profesi sebagai fotografer pelari di kawasan Jalan Bung Karno Purwokerto dengan memanfaatkan tren hidup sehat pascapandemi.
  • Foto jepretannya dijual melalui aplikasi FotoYu seharga Rp 30 ribu per keping, dilengkapi sistem pengenalan wajah untuk menjaga privasi pembeli.
  • Dari profesi ini, ia meraup penghasilan bulanan di atas UMK Banyumas hingga berhasil membeli perlengkapan kamera canggih senilai Rp 40 juta.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pagi hari menjelang matahari terbit, Reza (27) sudah siaga di kawasan Jalan Bung Karno, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, sekitar pukul 05.30 WIB.

Barang yang tak pernah luput dibawanya adalah kamera DSLR merek Canon R6 Mark 2 yang dipadukan dengan lensa telefoto 70-200 milimeter.

Sudah satu tahun lebih, Reza memilih fokus dengan pekerjaannya sebagai fotografer pelari. Ia memotret setiap orang yang sedang berlari atau bersepeda melintasi Jalan Bung Karno.

Baca juga: Tak Ada Retribusi, PKL Jalan Bung Karno Purwokerto Setor Iuran ke Paguyuban. Tembus Rp1 M Per Tahun

Sesekali ada pelari yang merespons bidikan kamera tersebut dengan melempar senyum manis ataupun bergaya mengarahkan tangan ke lensa.

"Jadi kami memotret masyarakat yang sedang lari atau bersepeda. Beberapa tahun setelah pandemi Covid-19, fotografer pelari memang sedang tren," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (20/2/2026).

Peluang Ekonomi Kreatif

Sejak diresmikan tiga tahun lalu pada April 2022, Jalan Bung Karno tumbuh pesat menjadi ruang publik dan spot joging favorit masyarakat.

Hidupnya kawasan tersebut tak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata dan lokasi mangkal UMKM, tetapi juga menghidupkan sektor ekonomi kreatif di bidang fotografi.

Peluang itu tak mau disia-siakan oleh Reza dan kawan-kawan fotografer pekerja lepas (freelance) lainnya. Bahkan saat akhir pekan, jumlah fotografer pelari di kawasan tersebut bisa mencapai belasan orang.

"Fotografer pelari semakin banyak setelah ada Jalan Bung Karno. Kami juga ada wadah komunitasnya," ungkapnya.

Penghasilan Lebihi UMK

Reza mengatakan, hasil jepretan masyarakat yang sedang berolahraga itu kemudian dijual melalui aplikasi khusus bernama FotoYu. Ia mengibaratkan sistem ini layaknya orang yang sedang menjajakan dagangan di pasar digital.

Para pelari yang ingin mencari fotonya tinggal membuat akun, lalu foto-foto diri mereka akan otomatis keluar berkat fitur pengenalan wajah (face recognition).

"Aplikasi tersebut sudah didesain memunculkan foto yang sesuai dengan pemilik akun. Jadi foto dari para fotografer akan muncul di akun masing-masing pelari," ujarnya.

Reza menegaskan, keamanan privasi pelari sangat dijamin di aplikasi tersebut karena pengguna tidak bisa sembarangan melihat apalagi membeli foto orang lain.

Harga foto bergantung pada patokan masing-masing fotografer. Reza sendiri biasanya mematok harga Rp 30 ribu untuk satu buah foto.

"Kami juga ada potongan 15,8 persen dari aplikasinya. Misal saya menjual Rp 30 ribu, keuntungan buat saya Rp 25 ribu, sekitar Rp 5.000 dipotong aplikasi," jelasnya.

Beli Kamera Mahal

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved