MUTIARA RAMADHAN
Mengontrol Tabungan Spiritual: Belajardari Kisah Habil dan Qabil
Kecemburuan, kebencian, dan dendam mulai merasuk di dalam diri Qabil. Sebaliknya budi baik dan kearifan mulai tertanam di dalam diri Habil.
Betapa terperanjatnya ahli ma’rifah setelah dua hari kemudian pemudah itu masih hidup segar bugar membantu warga setempat.
Sang pemuda tersenyum menyaksikan keheranan ahli ma’rifah yang menatapnya dari tadi, lau ia menyapa, tuan tidak perlu kaget, apa yang tuan lihat kemarin itu betul-betul terjadi.
Meteorik raksasa itu jatuh menimpa rumah saya tetapi sebelum menimpa rumah saya sudah hancur berkeping-keping setelah memasuki atmosfer bumi, sehingga yang jatuh ke atap rumah saya hanya debunya.
Ketiga kalinya ahli ma’rifah itu kaget setelah mendengarkan pernyataan pemuda itu. Dari mana dia tahu kalau saya mengetahui rahasia Tuhan itu?
Bagaimana dia tahu apa yang ada di dalam pikiran saya?
Sang pemuda melanjutkan, wahai ustadz anda tidak perlu kaget, karena saya juga menyaksikan apa yang anda lihat, dan saya memahami wujud yang anda bayangkan terhadap saya seandainya batu itu tidak berubah jadi tepung. Ternyata ibadah yang ditekuni sang pemuda memproteksinya dari bahaya besar.
Dengan demikian, social and spiritual saving adalah tolak bala paling efektif.
Baca juga: Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Anak di Purwokerto, 3 Muncikari Cari Pelanggan di Jalan Bung Karno
Kedua cerita di atas memberikan pengalaman berharga bagi kita bahwa hidup ini harus ditempuh dengan kejujuran jika ingin meraih ketenangan.
Kita tidak boleh memandang enteng secara spiritual orang-orang yang secara biologis masih muda, karena boleh jadi usia spiritualnya sudah matang. Sebaliknya, belum tentu orang yang sudah matang secara biologis usia spiritualnya juga matang.
Orang yang dipilih Tuhan sebagai wali, diberi kemampuan untuk mengakses alam gaib.
Boleh jadi langkah-langkahnya tidak bisa difahami, tetapi di kemudian hari menjadi terkenal, karena orang-orang pilihan Tuhan seringkali mendahului usia biologisnya.
Keajaiban yang diberikan Tuhan keada orang yang dipilih-Nya tidak tertutup kemungkinan kita pun bisa meraihnya.
Namun jika tidak, maka kita pun tidak perlu berkecil hati karena Tuhan telah menurunkan banyak jalan untuk mendekati dirinya.
Mungkin bukan jalur wali tetapi jalur lain yang tak kalah pentingnya di mata Tuhan. Yang pasti, kita harus memiliki salah satu keistimewaan, agar ada pintu masuk bagi kita untuk meraih kasih sayang Tuhan. Allahu a’lam. (*)
| Abu Sibreh, Jalan Panjangmenjadi Ulama Aceh: Dari Keluarga Biasa Bukan Trah Kiai |
|
|---|
| 4 Pelajar di Pekalongan Jadi Korban Ledakan Petasan, 1 Orang Terluka di Bagian Bola Mata |
|
|---|
| Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Anak di Purwokerto, 3 Muncikari Cari Pelanggan di Jalan Bung Karno |
|
|---|
| Menang 3-1 atas Persebaya, Persijap Jepara Lebih Percaya Diri Hadapi Bali United |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Menteri-Agama-Nasaruddin-Umar-soal-masjid-jadi-posko-mudik-24-jam.jpg)