Rabu, 8 April 2026

MUTIARA RAMADHAN

Mengontrol Tabungan Spiritual: Belajardari Kisah Habil dan Qabil

Kecemburuan, kebencian, dan dendam mulai merasuk di dalam diri Qabil. Sebaliknya budi baik dan kearifan mulai tertanam di dalam diri Habil. 

Editor: Rustam Aji
Kemenag RI
Menteri Agama Nasaruddin Umar. 

Ringkasan Berita:
  • Perkawinan Adam-Hawa melahirkan beberapa anak kembar dengan jenis kelamin berpasang-pasangan. 
  • Anak pertamanya ialah Habil dan kembar perempuannya, lalu disusul dengan sepasang anak kembar berikutnya, yaitu Qabil dan kembar perempuannya.
  • Menurut ketentuan, Habil mestinya dijodohkan dengan kembaran Qabil dan Qabil dijodohkan dengan kembaran Habil.
  • Namun Qabil menolak ketentuan itu karena pasangan Habil tidak secantik gadis kembarannya.

Oleh Menteri Agama RI, Prof.Dr. Nasaruddin Umar

TRIBUNBANYUMAS.COM - Perkawinan Adam-Hawa melahirkan beberapa anak kembar dengan jenis kelamin berpasang-pasangan. 

Anak pertamanya ialah Habil dan kembar perempuannya, lalu disusul dengan sepasang anak kembar berikutnya, yaitu Qabil dan kembar perempuannya.

Menurut ketentuan, Habil mestinya dijodohkan dengan kembaran Qabil dan Qabil dijodohkan dengan kembaran Habil. Namun Qabil menolak ketentuan itu karena pasangan Habil tidak secantik gadis kembarannya.

Kecemburuan, kebencian, dan dendam mulai merasuk di dalam diri Qabil. Sebaliknya budi baik dan kearifan mulai tertanam di dalam diri Habil

Kakak beradik ini juga memilih profesi dan karakter berbeda. Habil memilih bercocok tanam dan Qabil memilih beternak binatang. Ketika keduanya diminta mengeluarlan zakat dan infaknya, Habil mempersembahkan hasil tanaman yang berkualitas tinggi, sedangkan Qabil mempersembahkan binatang yang kurus dan kecil.

Baca juga: Abu Sibreh, Jalan Panjangmenjadi Ulama Aceh: Dari Keluarga Biasa Bukan Trah Kiai

Akhirnya Tuhan menerima persembahan Habil dan menolak persembahan Qabil. Tentu saja orang tuanya, Adam dan Hawa, lebih respek kepada perilaku Habil ketimbang Qabil yang selalu menampilkan perbuatan tidak terpuji.

Akumulasi kebencian dan kecemburuan berkecamuk di hati Qabil lalu muncul niat buruk untuk membunuh kakaknya, Habil.

Al-hasil, Qabil mengambil batu besar lalu dipukulkan ke kepala Habil dan Habil jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Inilah pembunuhan pertama dalam sejarah kemanusiaan. Setelah terbunuh, Qabil kebingungan bagaimana langkah selanjutnya, lalu ia terinspirasi oleh burung gagak yang menguburkan anaknya yang sudah mati.

Habil simbol orang yang memiliki tabungan spiritual (spiritual saving) dan selalu mengontrolnya dengan baik.

Ia mempunyai perilaku ideal, jujur, tawadhu, sabar, dan taat beribadah kepada Tuhan, dan respek kepada orang tuanya. Sedangkan Qabil simbol orang yang memiliki saldo minus dalam spiritual saving.

Ia mempunyai sifat-sifat buruk, egois, curang, dikuasai hawa nafsu, jauh dengan Tuhan, dan merelakan orang lain binasa demi kepentingan pribadinya.

Baca juga: 4 Pelajar di Pekalongan Jadi Korban Ledakan Petasan, 1 Orang Terluka di Bagian Bola Mata

Di dalam suatu hikayat lain diceritakan seorang ahli ibadah mudah usia dan aktif membantu warga disayangkan oleh seorang ahli ma’rifah.

Pasalnya, pandangan spiritual ahli ma’rifah melihat sipemuda itu akan mati keesokan harinya tertimpa meteoric, batu raksasa yang akan jatuh ke bumi dan persis menimpa rumah si pemuda.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved