Banyumas
Baju Lebaran Kebesaran, Warga Purwokerto Serbu Penjahit Kebondalem
Dua pekan jelang Hari Raya Idulfitri 2026, puluhan penjahit trotoar di kawasan Kebondalem, Purwokerto, mulai ramai diserbu warga untuk memermak baju.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Penjahit jalanan di sepanjang trotoar Jalan Jendral Suprapto, Purwokerto, mulai kebanjiran pesanan permak pakaian dua minggu jelang Lebaran.
- Mayoritas pelanggan datang untuk mengecilkan pakaian baru yang ukurannya kebesaran atau memotong ujung celana panjang yang dibeli dari toko.
- Omzet para penjahit kini merangkak naik hingga Rp 200 ribu per hari, dan diprediksi akan tembus hingga Rp 400 ribu pada H-3 Idulfitri.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sentra penjahit kawasan Kebondalem yang membentang di sepanjang Jalan Jendral Suprapto, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mulai ramai diserbu masyarakat.
Kepadatan aktivitas ini mulai terlihat pada pertengahan bulan suci Ramadan atau tepatnya dua minggu menjelang Hari Raya Idulfitri.
Ramai Pesanan Permak
Baca juga: Eksis 23 Tahun. Rujito Ajak Saudara Hingga Tetangga Jadi Penjahit Jalanan Kebondalem Purwokerto
Tiap harinya, makin banyak orang yang datang untuk menjahitkan kain atau sekadar memermak pakaian baru yang ukurannya kebesaran.
Seorang tukang jahit, Slamet Kartoyo (60) mengatakan, pelanggan yang datang menggunakan jasanya semakin banyak di pertengahan bulan puasa ini.
Di kawasan Jalan Jendral Suprapto sendiri, memang banyak tukang jahit yang menggelar lapaknya di atas trotoar. Dengan begitu, masyarakat bisa leluasa memilih tukang jahit mana pun secara bebas.
"Sudah mulai meningkat walaupun belum banyak sekali. Sehari bisa sampai 10 orang," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (6/3/2026).
Omzet Terus Meningkat
Slamet menuturkan, pendapatan hariannya saat ini rata-rata berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Tetapi, ia meyakini saat memasuki H-5 Lebaran nanti, omzetnya bisa melonjak hingga Rp 300.000 sampai Rp 400.000 dalam sehari.
Untuk tarif jasanya sendiri tergolong sangat ramah di kantong. Biaya permak pakaian dipatok mulai dari Rp 10.000 saja, sedangkan ongkos membuat baju dari awal kain sekitar Rp 100.000.
"Alhamdulillah, kalau mendekati Lebaran pasti lebih ramai. Rezeki juga bertambah," ungkapnya penuh syukur.
Buka Sampai Malam
Senada dengan hal tersebut, penjahit lainnya, Rujito (50) mengatakan, animo masyarakat yang datang memang sudah lebih meningkat dibandingkan hari-hari biasa di luar bulan Ramadan, meskipun puncaknya belum tiba.
Mereka datang biasanya karena baju Lebaran yang baru saja dibeli di toko ternyata ukurannya terlalu besar atau bagian celananya kepanjangan.
Biasanya, saat semakin mendekati hari H Lebaran, para tukang jahit trotoar ini akan bekerja lembur dan bisa pulang sampai pukul 21.00 WIB.
"Nanti lebih ramai menjelang Lebaran. Kurang tiga hari, penjahit di sini pulangnya biasanya sampai malam," katanya memungkasi. (fba)
| Berkah Lebaran Pedagang Baturraden Usai Diterjang Isu Banjir Bandang |
|
|---|
| Pria Cirebon Curi 4 HP di Ajibarang Saat Pemiliknya Salat Tarawih |
|
|---|
| H+5 Lebaran, Ratusan Wisatawan Asyik Selfie di Lokawisata Baturraden |
|
|---|
| Ratusan Ton Beras Bulog Cair Pascalebaran Bantu Warga Maos Cilacap |
|
|---|
| 10 Ribu Penumpang Tinggalkan Terminal Bulupitu Saat Arus Balik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260306-purwokerto-penjahit-kebondalem-lebaran.jpg)