CERITA PARA KIAI
Abu Sibreh, Jalan Panjangmenjadi Ulama Aceh: Dari Keluarga Biasa Bukan Trah Kiai
Jalan hidupnya sebagai ulama bukanlah warisan, melainkan pilihan yang lahir dari proses panjang.
Ringkasan Berita:
- Tgk H Faisal Ali (Abu Sibreh), Pimpinan Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al-Aziziyah
- Ia bukan lahir dari keluarga teungku atau garis keturunan pesantren.
- Tgk H Faisal Ali menapaki jalan keulamaan dari keluarga sederhana di Lamno, hingga menjadi ulama rujukan di Aceh.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Dari Desa Janguet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya (Lamno), pada 7 Januari 1968, perjalanan itu dimulai.
Di kampung sederhana itulah Tgk H Faisal Ali tumbuh, jauh dari bayang-bayang keluarga ulama besar.
Ia yang kini akrab disapa Abu Sibreh, dikenal sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al-Aziziyah.
Namun jalan hidupnya sebagai ulama bukanlah warisan, melainkan pilihan yang lahir dari proses panjang.
“Dari urutan dua ke atas yang sekarang ini, yaitu ayah dan kakek kami dalam keluarga itu tidak ada yang memang mendalami tentang ilmu agama secara khusus.
Jadi kami (saya) yang mendalami itu sendiri,” tuturnya saat ditemui di pesantren yang diasuhnya, Rabu (4/2/2026).
Tumbuh dari Lingkungan Pesantren
Meski bukan dari keluarga pesantren, benih kecintaannya pada dunia dayah tumbuh sejak kecil.
Rumahnya berdekatan dengan Pesantren Budi Lamno.
Ia kerap bermain di sekitar lingkungan pesantren dan menyaksikan kehidupan para santri.
Kedekatan itu perlahan menumbuhkan tekad untuk mendalami ilmu agama.
Pada 1985, setelah sempat bersekolah di SMU selama sekitar enam bulan, ia mengambil keputusan besar.
Baca juga: 4 Pelajar di Pekalongan Jadi Korban Ledakan Petasan, 1 Orang Terluka di Bagian Bola Mata
Ia keluar dari sekolah umum dan memilih menuntut ilmu agama.
Langkahnya membawanya ke LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga, Bireuen.
Di sana, ia menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga dipercaya mengajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/sibreh.jpg)