CERITA PARA KIAI
Abu Sibreh, Jalan Panjangmenjadi Ulama Aceh: Dari Keluarga Biasa Bukan Trah Kiai
Jalan hidupnya sebagai ulama bukanlah warisan, melainkan pilihan yang lahir dari proses panjang.
Total pengabdiannya di Samalanga mencapai hampir 15 tahun.
Tak hanya belajar, Abu Sibreh aktif dalam berbagai organisasi santri.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Santri Kecamatan Lamno Jaya (1991–1993), Ketua Ikatan Santri MUDI Mesra Aceh Barat Selatan (1992–1998), hingga Ketua Koperasi Al-Barkah Samalanga (1994–1998).
Pengalaman organisasi itu membentuk karakter kepemimpinannya.
Ia juga pernah menjadi Sekretaris Umum Pesantren MUDI Mesra Samalanga, Wakil Sekretaris Rabithah Alumni MUDI Mesra, Ketua Nadhiriyah Rabithah Thaliban (1999–2000), serta Sekretaris Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) periode 2007–2014.
Awal Mendirikan Pesantren
Tahun 1999 menjadi titik awal berdirinya pesantren yang kini ia pimpin.
Keluarganya membebaskan sebidang tanah untuk diwakafkan.
Setahun kemudian, pada 2000, proses belajar-mengajar dimulai dengan hanya sekitar tujuh santri.
“Jadi fasilitas yang pertama yang ada itu hanya satu balai (tempat mengaji). Di situ tempat belajar, di situ tempat sholat, di situ juga tempat tidur, juga sekaligus tempat masak,” kenangnya.
Ia hidup bersama para santri selama lebih dari tiga tahun dalam keterbatasan.
Bahkan sebelum berkeluarga, ia memilih memprioritaskan pendirian dan penguatan pesantren.
Dari satu balai sederhana, Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al-Aziziyah berkembang menjadi yayasan pendidikan yang menaungi lima lembaga: Dayah Salafiyah, SMP Islam Terpadu, SMK Mahyal Ulum, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah, serta unit pemberdayaan ekonomi seperti perkebunan dan peternakan.
“Jadi ada sekitar lima lembaga sekarang ini di bawah Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah,” ujarnya.
Baca juga: Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Anak di Purwokerto, 3 Muncikari Cari Pelanggan di Jalan Bung Karno
Mengabdi, Bukan Mengejar Kekuasaan
Abu Sibreh juga terlibat dalam dinamika sosial Aceh, termasuk pada momentum Referendum Aceh 1999 serta pembentukan Rabithah Thaliban dan SIRA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/sibreh.jpg)