Senin, 27 April 2026

Kebumen

Berkah Bulan Ruwah, Pedagang di Makam Mbah Lancing Kebumen Panen Rezeki

Jelang Ramadan atau bulan Ruwah, Makam Mbah Lancing di Kebumen dipadati peziarah, membawa berkah ekonomi bagi warga sekitar yang berjualan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
Keramaian di Makam Mbah Lancing : Warga memadati area Makam Mbah Lancing di Desa Mirit, Kebumen, Senin (2/2/2026). Tradisi ziarah jelang Ramadan atau Ruwah membawa berkah peningkatan ekonomi bagi pedagang lokal di sekitar area makam. 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi ziarah menjelang Ramadan (Ruwah) di Makam Mbah Lancing, Desa Mirit, Kebumen, membawa dampak positif bagi ekonomi warga lokal. 
  • Supriyono, pedagang sate setempat, mengaku omzetnya melonjak drastis hingga menghabiskan 20 kg daging ayam saat akhir pekan. 
  • Wakil Juru Kunci, Sikam, mengonfirmasi peningkatan peziarah dari berbagai daerah seperti Purwokerto hingga Semarang yang datang mendoakan tokoh penyebar Islam di pesisir selatan tersebut.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Warga turut mendapatkan berkah seiring banyaknya peziarah yang mengunjungi Makam Mbah Lancing di Desa Mirit, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, menjelang bulan suci Ramadan.

Pantauan di lokasi pada Senin (2/2/2026) siang, kendaraan pribadi maupun bus medium yang mengangkut peziarah tampak memadati kawasan parkir.

Keramaian ini dimanfaatkan warga dengan membuka lapak makanan, minuman, hingga oleh-oleh khas di sekitar akses menuju cungkup makam.

Baca juga: Guru Besar Fisika Unsoed : Hilal Awal Ramadan 2026 Terlihat pada 18 Februari

Supriyono, warga Desa Mirit, terlihat sibuk mengipas sate ayam di atas bara arang.

Baginya dan warga sekitar, momen bulan Ruwah atau menjelang Ramadan adalah waktu panen rezeki karena lonjakan pengunjung yang signifikan.

Panen Rezeki Warga

Menurut Supriyono, banyaknya peziarah berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Ia mengaku hanya berjualan di kawasan makam pada momen-momen tertentu, seperti bulan Rajab dan Ruwah.

"Seperti bulan Rajab dan Ruwah itu kan banyak peziarah yang ke sini. Itu sebagai momentum kita untuk berdagang," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Di hari biasa, Supriyono berjualan di pasar. Namun, saat musim ziarah, ia memilih mangkal di area makam. Ia menyebut penjualan meningkat pesat terutama saat akhir pekan.

"Minggu kemarin itu hampir 50-an porsi lebih terjual. Sekitar menghabiskan ayam 20 kilogram," terangnya.

Salah satu peziarah asal Kecamatan Alian, Mufidurizqi, datang bersama rombongan satu kampung menggunakan bus medium.

Ia mengaku rutin datang untuk berdoa. 

"Sudah dua kali ke sini, ziarah sekaligus doa bersama," ungkapnya.

Sejarah Mbah Lancing

Wakil Juru Kunci Makam Mbah Lancing, Sikam mengungkapkan, peningkatan jumlah peziarah memang selalu terjadi menjelang Ramadan.

Selain itu, makam juga ramai dikunjungi pada bulan Suro, hari Jumat Kliwon, serta akhir pekan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved