Kebumen
Ditinggal ke Jakarta Sejak 2025, Rumah Warga Karangsambung Rata Tanah
BPBD Kebumen imbau waspada cuaca transisi usai rumah tua di Karangsambung ambruk dan talud jalan di Karanggayam longsor diterjang hujan.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- BPBD Kebumen mengimbau warga waspada potensi bencana di masa transisi dari musim penghujan ke kemarau.
- Sebuah rumah tua milik Hadi Supar (75) di Karangsambung ambruk diterjang hujan dan angin kencang, Selasa (14/4/2026).
- Di Desa Giritirto, talud jalan sepanjang 10 meter ikut longsor akibat tanah labil dan curah hujan tinggi.
- Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa tersebut, pihak berwenang telah turun tangan melakukan asesmen di lokasi.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Warga Kabupaten Kebumen diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman bencana alam yang kerap terjadi selama masa transisi atau pancaroba dari musim penghujan menuju kemarau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono, menyampaikan bahwa saat ini wilayahnya telah resmi memasuki masa transisi pergantian musim.
Potensi guyuran hujan yang disertai angin kencang masih sangat mungkin terjadi di sejumlah titik wilayah Kabupaten Kebumen.
Baca juga: Katanya Kemarau, Kenapa Sekarang Masih Banyak Hujan di Cilacap?
Oleh karena itu, masyarakat harus tetap mengedepankan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang mungkin timbul mendadak saat masa transisi.
"Masih ada potensi hujan tapi tidak merata di Kabupaten Kebumen," katanya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Rabu (15/4/2026).
Rumah Kosong Ambruk
Sebelumnya, sebuah rumah tua milik Hadi Supar (75), yang merupakan warga Dukuh Banjarsari, Desa/Kecamatan Karangsambung, dilaporkan roboh rata dengan tanah akibat diterpa hujan deras disertai angin kencang pada Selasa (14/4/2026).
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengatakan bahwa kejadian nahas itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang tinggal berdekatan dengan lokasi kejadian.
"Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan rumah dalam kondisi kosong saat kejadian. Pemilik diketahui sedang berada di Jakarta, dan rumah tersebut telah lama tidak dihuni sejak Desember 2025," terangnya.
Dia menuturkan, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa memprihatinkan ini.
Kondisi material bangunan yang memang sudah tua dan tidak terawat menjadi faktor utama penyebab mudahnya rumah tersebut roboh saat dihadapkan pada cuaca ekstrem.
Talud Desa Longsor
Sementara itu di wilayah yang berbeda, sebuah struktur talud jalan desa juga mengalami nasib serupa, yakni longsor setelah hujan lebat disertai angin kencang melanda kawasan Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen.
Kapolres Kebumen mengungkapkan, kondisi tanah di sekitar area tersebut yang memang labil tidak mampu menahan tingginya curah hujan.
Hal tersebut mengakibatkan talud dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi mencapai 1,5 meter itu ambrol seketika ke bawah.
Setelah menerima laporan kejadian tersebut, jajaran Polsek Karanggayam bersama petugas BPBD Kebumen dan pemerintah desa setempat langsung bergerak mendatangi lokasi guna melakukan tindakan asesmen.
Pemerintah desa bersama instansi terkait juga telah merencanakan langkah untuk melakukan perbaikan talud sesegera mungkin.
Tindakan cepat ini diambil guna mencegah potensi kerusakan yang lebih parah, terutama jika curah hujan dengan intensitas tinggi kembali melanda wilayah tersebut. (Ais)
| Sempat Ramai Insiden Tabrakan Mobil Mainan, Alun-Alun Kebumen Kini Steril |
|
|---|
| Pemkab Kebumen Bedah 145 Kasus Anak Lewat Raperda KLA di Gedung DPRD |
|
|---|
| Bupati Lilis Beri 5 Penghargaan UPZ Pengumpul ZIS di Setda Kebumen |
|
|---|
| Penari Kebumen Pentaskan Sendratari Karangbolong di TMII Jakarta |
|
|---|
| Sekda Edi Rianto Andalkan 500 PNS Pensiun Tekan Belanja di Kebumen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260415-pengecekan-talud-ambrol-giritirto.jpg)