Berita Cilacap
Katanya Kemarau, Kenapa Sekarang Masih Banyak Hujan di Cilacap?
Kabupaten Cilacap saat ini masih berada dalam masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP – Kabupaten Cilacap saat ini masih berada dalam masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang ditandai dengan cuaca tidak menentu.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah, khususnya di kawasan pegunungan bagian barat, masih diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.
“Untuk Cilacap saat ini masih masuk musim pancaroba, peralihan dari hujan ke kemarau, sehingga di wilayah pegunungan barat masih sering terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Taryo, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau di wilayah selatan Jawa, termasuk Cilacap, diperkirakan baru mulai pada Mei 2026, berbeda dengan wilayah pesisir utara Jawa Tengah yang lebih dulu memasuki kemarau pada April.
Kondisi hujan yang masih tinggi tersebut juga memicu potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan pergerakan tanah di sejumlah titik.
“Akibat hujan deras ini, di beberapa wilayah juga terjadi tanah bergerak dan longsor, sehingga masyarakat kami imbau tetap waspada,” jelasnya.
Mengantisipasi datangnya musim kemarau, BPBD Cilacap telah menyiapkan langkah strategis, terutama untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Taryo menyebut, pihaknya telah menyiapkan sekitar 250 tangki air bersih untuk didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan.
“Totalnya sekitar 250 tangki, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, jadi kurang lebih 1.250.000 liter air bersih sudah kami siapkan,” ungkapnya.
Ia berharap cadangan air tersebut tidak seluruhnya digunakan, yang berarti kebutuhan masyarakat tetap tercukupi secara mandiri.
“Harapan kami tidak semuanya terpakai, tapi jika masyarakat membutuhkan, kami sudah siap untuk melakukan dropping air bersih,” tegasnya.
Selain itu, BPBD juga akan menggandeng berbagai pihak seperti PMI, Baznas, dan perusahaan swasta untuk membantu distribusi air jika kebutuhan meningkat.
“Biasanya stakeholder seperti PMI, Baznas, dan perusahaan juga ikut membantu jika kebutuhan air bersih meningkat,” katanya.
Taryo menambahkan, selama ini distribusi air bersih tidak mengalami kendala berarti karena akses ke wilayah terdampak relatif lancar.
“Selama ini tidak ada kendala, akses jalan masih bisa dilalui sehingga distribusi air bersih berjalan lancar,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kekeringan-cilacap.jpg)