Banyumas
Pasang Portal 2,1 Meter, Dishub Tutup Jembatan Serayu Mulai Pagi Ini
Jembatan Serayu Banyumas ditutup Senin (15/6) pukul 08.00 WIB hingga akhir Juli. Dishub pasang portal 2,1 meter di jalur alternatif.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Dishub Kabupaten Banyumas resmi menutup Jembatan Serayu mulai Senin (15/6/2026) hingga 30 Juli 2026.
- Penutupan ini membuat kendaraan kecil dialihkan melalui jalur Mandirancan-Banyumas.
- Untuk mencegah masuknya truk dan bus ke jalur desa, Dishub memasang portal setinggi 2,1 meter.
- Sementara kendaraan besar diwajibkan melewati jalur nasional via Buntu-Sampang agar tidak merusak infrastruktur serta demi keselamatan masyarakat sekitar.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas mulai melakukan penutupan akses Jembatan Serayu Banyumas pada hari ini, Senin (15/6/2026) tepat pukul 08.00 WIB.
Sehubungan dengan kebijakan tersebut, masyarakat luas yang akan melintas di kawasan itu diminta untuk segera menyesuaikan perjalanan dan menggunakan sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan oleh petugas.
Penutupan operasional jembatan ini dijadwalkan mulai berlangsung hari ini, Senin (15/6/2026) hingga hari Kamis (30/7/2026) mendatang.
Baca juga: "Karcis Palsu", Dishub Banyumas Tegaskan Jalan dr Gumbreg Zona Bebas Parkir
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Banyumas, Arif Akhmadi, mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta selalu memperhatikan informasi resmi yang dirilis pemerintah.
Selama periode penutupan, dipastikan seluruh kendaraan tanpa terkecuali tidak diperbolehkan untuk melintas di atas Jembatan Serayu.
Arif menjelaskan, arus kendaraan kecil dari arah Kebumen maupun Banjarnegara yang menuju Purwokerto atau sebaliknya, akan dialihkan melalui ruas jalan kabupaten Mandirancan–Banyumas.
Sementara itu, untuk kendaraan muatan besar dari arah Kebumen menuju Purwokerto maupun arah sebaliknya, diwajibkan harus melalui jalur nasional Buntu–Sampang–Rawalo–Purwokerto.
"Untuk kendaraan besar dari arah Kebumen menuju Purwokerto atau sebaliknya dialihkan melalui jalan nasional ruas Buntu-Sampang-Rawalo-Purwokerto," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com.
Sedangkan untuk kendaraan besar dari arah Banjarnegara menuju Purwokerto maupun sebaliknya, perjalanannya diarahkan melalui jalur Klampok–Banjarnegara.
Berbeda perlakukannya dengan kendaraan besar, mobil pribadi dan sepeda motor terpantau masih diperbolehkan untuk melintas melalui ruas jalan Banyumas–Mandirancan–Papringan selama masa penutupan jembatan berlangsung.
Namun, pihak Dishub Banyumas mengakui bahwa jalur alternatif tersebut sangat berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan yang signifikan.
Arif mengatakan, pihaknya hingga kini belum dapat memprediksi secara pasti besaran persentase peningkatan arus lalu lintas yang akan terjadi di jalur tersebut.
Dengan kondisi lebar jalan yang ada sekarang, kawasan tersebut kemungkinan besar akan menerima limpahan lalu lintas kendaraan yang cukup besar.
"Ini yang perlu kami antisipasi dari sisi keselamatan maupun kapasitas jalan," katanya menyoroti kondisi riil di lapangan.
Sebagai langkah teknis untuk mengantisipasi masuknya kendaraan besar ke ruas jalan alternatif Banyumas–Mandirancan, pihak Dishub Banyumas telah memasang sebuah portal pembatas khusus yang memiliki tinggi 2,1 meter.
| Singgung 1.000 Pasukan di Patikraja, Mahasiswa Banyumas Tolak Batalyon |
|
|---|
| Bawa Spanduk Gemoy Bebal, Mahasiswa Banyumas Bakar Ban Jam 15.46 |
|
|---|
| Sadewo Tolak Tanda Tangan, Mahasiswa Ancam Bawa Massa Dua Kali Lipat |
|
|---|
| Akal Bulus Notif WA, Pemuda Patikraja Bunuh Pacar Usai Habisi Neneknya |
|
|---|
| Pendopo Diduduki Jam 17.09, Bupati Sadewo Sepakat Tolak BBM Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260615-penutupan-jembatan-serayu-banyumas.jpg)