Kamis, 21 Mei 2026

Penipuan Sultan Nusantara Banyumas

Sosok Sultan Nusantara Banyumas Terungkap: Bantah Lakukan Penipuan, Tunggu Proses Hukum

Sultan Nusantara Banyumas angkat bicara atas dugaan penipuan yang dilaporkan dilakukannya. Pria bernama Wimppie ini siap jalani proses hukum.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
KORBAN DUGAAN PENIPUAN - Sejumlah korban dugaan penipuan Sultan Nusantara saat berkumpul di depan Klinik Hukum Peradi SAI Banyumas, Selasa (28/4/2026). Di tengah sorotan dugaan penipuan berkedok agama yang menyeret namanya, Wiemppie alias Sultan Nusantara akhirnya angkat bicara. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Banyumas Wimppie alias Sultan Nusantara angkat bicara soal dugaan penipuan yang dilaporkan dilakukannya.
  • Wimppie menyatakan siap menjalani proses hukum.
  • Namun, dia membantah adanya dugaan penipuan yang dilakukan lantaran niatnya menolong.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sosok Sultan Nusantara Indonesia yang kini dilaporkan sejumlah warga Banyumas, Jawa Tengah, atas dugaan penipuan, angkat bicara.

Alih-alih membantah panjang lebar atas tudingan yang diarahkan kepadanya, pria bernama Wiemppie ini memilih bersikap pasif.

Wiemppie menyerahkan sepenuhnya perkara yang tengah menjeratnya kepada aparat penegak hukum.

"Tanggapan saya secara pribadi, karena itu sudah dilaporkan (ke polisi), saya menerima saja."

"Apa yang harus saya lakukan? tidak ada."

"Terserah mau bicara apa di pelaporan, saya tinggal menunggu saja," kata Wimppie, Senin (27/4/2026) malam. 

Baca juga: Korban Dugaan Penipuan Sultan Nusantara di Banyumas Bertambah, Kerugian Hingga Rp500 Juta

Ia menegaskan, siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan dan memastikan dirinya tidak akan menghindar.

"Biarkan saja proses berjalan, saya tidak ke mana-mana, masih ada di sini," tegas dia.

Klarifikasi Tuduhan

Namun, dalam pertemuan dengan wartawan itu, Wimppie mengklarifikasi terkait sejumlah tuduhan.

Di antaranya, soal larangan mengonsumsi ikan patin maupun obat kimia yang disebut haram.

Menurutnya, hal tersebut bukanlah larangan mutlak, melainkan bagian dari anjuran dalam terapi bekam yang ia lakukan.

"Saya tidak melarang, tapi saya menganjurkan."

"Bekam itu sunnah Rasul, mengeluarkan darah yang menganding toxic."

"Kalau ada orang datang minta tolong ke saya, di situ dia bertanya apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, saya sampaikan pastinya yang haram, bukan hanya makanannya tapi juga cara mendapatkannya," jelas dia.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved