Kamis, 21 Mei 2026

Penipuan Sultan Nusantara Banyumas

Korban Dugaan Penipuan Sultan Nusantara di Banyumas Bertambah, Kerugian Hingga Rp500 Juta

Korban dugaan penipuan Sultan Nusantara di Banyumas bertambah, kerugian diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
LAPOR POLISI - Korban Sultan Nusantara membuat laporan kepolisian di Mapolesta Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026). Modus yang digunakan pelaku terbilang beragam, mulai dari praktik pengobatan alternatif hingga iming-iming ibadah haji dan umrah tanpa prosedur resmi. 

Ringkasan Berita:
  • Korban dugaan penipuan oleh Sultan Nusantara di Banyumas bertambah.
  • Kerugian para korban diduga mencapai Rp500 juta.
  • Sultan Nusantara membujuk korban lewat pengobatan alternatif dan janji memberangkatkan haji serta umrah tanpa prosedur.
  • Sultan Nusantara juga diduga mengajarkan ajaran agama yang menyimpang dari syariat Islam.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Korban dugaan penipuan oleh 'Sultan Nusantara Indonesia' di Banyumas, Jawa Tengah, bertambah.

Janji pemberangkatan haji tanpa prosedur resmi menjadi salah satu modus yang membuat korban tergiur.

Para korban mulai melapor ke Polresta Banyumas.

Kerugian para korban ditaksir mencapai hampir Rp500 juta.

Selain iming-iming ibadah haji dan umrah tanpa prosedur resmi, pelaku juga menawarkan praktik pengobatan alternatif.

Satu di antara korban, Rengga Adi (42), warga Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, mengaku telah mengenal sosok Sultan Nusantara sejak 2017.

Baca juga: Mengaku Sultan Nusantara, Pria Banyumas Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan dan Ajaran Sesat

Menurutnya, awalnya, pelaku dikenal membuka praktik pengobatan alternatif berupa bekam setelah pandemi Covid-19.

"Dia mengaku sebagai keturunan Sultan Hamid Al Qadri dari Pontianak," ungkap Rengga kepada Tribunbanyumas.com, Senin (27/4/2026). 

Rengga menuturkan, tragedi bermula saat adiknya yang mengidap kanker dibujuk meninggalkan pengobatan medis dan beralih ke terapi bekam yang diklaim sebagai sunnah.

Rengga pun sempat menuruti saran tersebut. 

Namun, kondisi sang adik justru semakin memburuk.

"Bukannya membaik, malah tambah parah sampai akhirnya meninggal dunia," jelasnya. 

Pada Februari 2025, adiknya juga diminta menyerahkan ATM dan buku tabungan dengan alasan "pembersihan harta" yang akan disumbangkan ke sebuah yayasan yang tidak jelas.

Total kerugian yang dialami keluarga Rengga mencapai sekitar Rp470 juta.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved