Minggu, 19 April 2026

Banyumas

Bebas Kumuh, Pemkab Banyumas Ajukan 8,5 M Tata Gang Sempit Kampus Unsoed

Pemkab Banyumas mengajukan APBN Rp8,5 miliar ke Kemen PKP untuk menata 15,3 hektare kawasan kumuh di sekitar Kampus Unsoed tahun 2026.

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
KAWASAN KUMUH - Pengendara sepeda motor tampak melintas di jalanan perkampungan kumuh di RW 03 Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Rabu (15/4/2026). Kawasan belakang Unsoed ini akan dilakukan penataan besar-besaran tahun ini. 

Sakty melanjutkan poin kedua, yakni perkampungan di dua kelurahan tersebut memiliki begitu banyak gang sempit yang sangat susah dijangkau oleh laju armada mobil pemadam kebakaran.

Oleh karena itu, dalam desain tata ruang yang diusulkan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), disisipkan program khusus pembangunan sistem proteksi kebakaran.

Hal ini diharapkan mampu membuat upaya penanganan kebakaran nantinya bisa menjangkau titik-titik di area gang sempit.

"Jadi dengan sistem ini, mobil kebakaran cukup di jalan besar, tapi nanti slang pemadam kebakaran bisa terkoneksi sampai masuk gang-gang kecil," jelasnya.

Ajukan Dana Pusat

Lebih lanjut Sakty menjelaskan, dikarenakan luas wilayah kumuh yang ditangani ini melebihi ambang batas 15 hektare, maka kewenangan penanganannya secara aturan diambil alih langsung oleh Pemerintah Pusat.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, diketahui sudah mengusulkan proposal penataan tersebut secara tatap muka kepada pihak Kementerian PKP.

Mereka menekankan bahwa penataan kawasan kumuh di sekitar Unsoed tersebut diusulkan agar memakai kucuran dana APBN. Anggaran yang diusulkan mencapai nilai Rp8,5 miliar.

"Alhamdulillah ini sudah disurvei dari pusat. Saat ini usulan desain sedang dibahas bersama," katanya.

Sakty sangat menargetkan proses penanganan kawasan kumuh ini bisa sepenuhnya terealisasi pada tahun 2026.

Dia menilai, tahapan penataan infrastruktur ini juga merupakan wujud pelayanan dasar bagi masyarakat setempat agar permukiman mereka tidak lagi menjadi langganan genangan air tahunan.

"Harapannya yang tadinya banjir jadi tidak lagi. Kemudian terhadap potensi kebakaran sudah ada antisipasinya dan jalan rusak juga tertangani," ungkapnya. (fba)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved