Banyumas
Bebas Kumuh, Pemkab Banyumas Ajukan 8,5 M Tata Gang Sempit Kampus Unsoed
Pemkab Banyumas mengajukan APBN Rp8,5 miliar ke Kemen PKP untuk menata 15,3 hektare kawasan kumuh di sekitar Kampus Unsoed tahun 2026.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Sakty melanjutkan poin kedua, yakni perkampungan di dua kelurahan tersebut memiliki begitu banyak gang sempit yang sangat susah dijangkau oleh laju armada mobil pemadam kebakaran.
Oleh karena itu, dalam desain tata ruang yang diusulkan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), disisipkan program khusus pembangunan sistem proteksi kebakaran.
Hal ini diharapkan mampu membuat upaya penanganan kebakaran nantinya bisa menjangkau titik-titik di area gang sempit.
"Jadi dengan sistem ini, mobil kebakaran cukup di jalan besar, tapi nanti slang pemadam kebakaran bisa terkoneksi sampai masuk gang-gang kecil," jelasnya.
Ajukan Dana Pusat
Lebih lanjut Sakty menjelaskan, dikarenakan luas wilayah kumuh yang ditangani ini melebihi ambang batas 15 hektare, maka kewenangan penanganannya secara aturan diambil alih langsung oleh Pemerintah Pusat.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, diketahui sudah mengusulkan proposal penataan tersebut secara tatap muka kepada pihak Kementerian PKP.
Mereka menekankan bahwa penataan kawasan kumuh di sekitar Unsoed tersebut diusulkan agar memakai kucuran dana APBN. Anggaran yang diusulkan mencapai nilai Rp8,5 miliar.
"Alhamdulillah ini sudah disurvei dari pusat. Saat ini usulan desain sedang dibahas bersama," katanya.
Sakty sangat menargetkan proses penanganan kawasan kumuh ini bisa sepenuhnya terealisasi pada tahun 2026.
Dia menilai, tahapan penataan infrastruktur ini juga merupakan wujud pelayanan dasar bagi masyarakat setempat agar permukiman mereka tidak lagi menjadi langganan genangan air tahunan.
"Harapannya yang tadinya banjir jadi tidak lagi. Kemudian terhadap potensi kebakaran sudah ada antisipasinya dan jalan rusak juga tertangani," ungkapnya. (fba)
| Tanam 4.000 Batang Cabai, Santri Ponpes Al Ijtihad Kemranjen Panen Cuan |
|
|---|
| Lirik Plastik KW2 Jadi Cuan, Kerajaan Selangor Datangi Banyumas |
|
|---|
| Tol Pejagan-Cilacap Rp27 T Ditawarkan ke Rusia, Bupati Banyumas Jadi Sales |
|
|---|
| Orang Meninggal Pesan Bunga, Kisah Mistis Toko Bunga Tertua di Purwokerto |
|
|---|
| Kisah Syekh Maulana Maghribi di Baturraden Diangkat Lewat Animasi AI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260415-jalan-perkampungan-kumuh-karangwangkal.jpg)