Berita Banyumas
TKD Banyumas Masih Aman, Proyek Pembangunan Berjalan Sesuai Rencana
Banggar DPRD Banyumas memastikan belum ada informasi pemangkasan TKD dari pemerintah pusat. Pembangunan pun masih berjalan sesuai rencana.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: rika irawati
"Nanti kita lihat, ini baru prediksi (pemotongan anggaran dampak ekonomi global, red)," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (31/3/2026).
Dedy menjelaskan, sampai saat ini, belum ada perubahan rencana dalam pembangunan di tahun 2026.
Pada tahun 2025, ada penurunan anggaran TKD tetapi sudah disesuaikan dengan target yang harus tercapai di tahun 2026.
Baca juga: Suhu Kawah Melonjak Drastis, BPBD Banyumas Larang Aktivitas di Radius 3 KM dari Puncak Gunung Slamet
Dia menilai, jika nantinya ada penyesuaian karena dampak geopolitik global, maka akan dilakukan di perubahan 2026.
"Bisa jadi penyesuaiannya di perubahan 2026 dan untuk perencanaan di tahun 2027. Sampai saat ini, kami masih menunggu kepastian," ujarnya.
Gandeng CSR
Menurut Dedy, Pemkab Banyumas sudah memiliki cara dalam menyiasati pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat, yaitu dengan alternatif pembiayaan.
Caranya, meningkatkan lebih banyak anggaran dari non-APBD, semisal CSR.
Dia mengatakan, pada 2025, Pemkab Banyumas berhasil menggunakan anggaran non-APBD sebanyak Rp290 miliar atau hampir Rp300 miliar.
"Itu yang non-APBD, yang menggunakan CSR. Itu yang akan kita optimalkan dan menjadi salah satu kebijakan dari provinsi juga," jelasnya.
Dedy optimistis, Pemkab Banyumas bisa mengoptimalkan pembiayaan melalui anggaran non-APBD.
"Jadi mengoptimalkan pembiayaan dengan dana-dana CSR, dana-dana pusat untuk pembangunan Banyumas," katanya. (*)
| Respons Cepat Aduan Warga, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat Keruk Drainase Jalan Gajah Raya |
|
|---|
| Perkantoran di Banyumas Masuk Kawasan Tanpa Rokok, Wajib Sediakan Tempat Khusus Merokok |
|
|---|
| Banyumas Surplus Beras 87 Ton Meski Kondisi PH Tanah Kurang Ideal |
|
|---|
| Ada Dugaan Keterlibatan Pihak Ketiga dalam Temuan BPK Rp 13 Miliar di RSUD Banyumas |
|
|---|
| Temuan BPK di RSUD Banyumas hingga Negara Rugi Rp 13 Miliar Jadi Preseden Buruk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260405-anggota-dprd-banyumas-bobby-listyo-widjatmoko.jpg)