Berita Banyumas
Gaji Perawat di Jerman Tembus Rp50 Juta Per Bulan, Pemkab Banyumas Mulai Siapkan SDM
Peluang tenaga keperawatan di Banyumas bekerja di luar negeri terbuka lebar. Sektor ini menjanjikan gaji hingga Rp50 juta per bulan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Tenaga kerja bidang keperawatan di Banyumas punya peluang besar bekerja di Jerman.
- Pemkab Banyumas pun mulai menyiapkan tenaga kerja tersebut lewat kerja sama dengan peruguruan tinggi.
- Pemkab Banyumas juga akan mendirikan BLK untuk menyiapkan tenaga terampil siap kerja.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Peluang kerja ke luar negeri, khususnya ke Jerman, mulai terbuka lebar bagi tenaga kerja asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Bahkan, keperawatan disebut-sebut menjadi sektor paling menjanjikan dengan potensi penghasilan Rp40 juta hingga Rp50 juta per bulan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Banyumas Wahyu Dewanto mengatakan, kebutuhan tenaga kerja di Jerman cukup besar dan mencakup berbagai sektor.
Sektor yang potensial mulai dari keperawatan, horeka (hotel, restoran, dan kafe), hingga manufaktur.
Hal ini diungkapkan Wahyu setelah betemu perwakilan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin (4/5/2026).
"Yang dibutuhkan itu banyak skill worker dari berbagai bidang, seperti keperawatan, horeca, dan manufaktur," ujarnya.
Baca juga: Kerja Sama dengan PT Agrinas, Pemkab Banyumas Target Bangun Pabrik Tepung Beras
Dari sisi kesiapan daerah, Banyumas sebenarnya telah memiliki sejumlah program pelatihan kerja, terutama di sektor manufaktur.
Beberapa pelatihan yang sudah berjalan di antaranya pelatihan las, menjahit, servis handphone, hingga servis sepeda motor.
Menurut Wahyu, bidang-bidang tersebut masih relevan dengan kebutuhan industri di luar negeri sehingga tinggal dilakukan penyesuaian dan peningkatan kualitas agar sesuai dengan standar internasional.
Sementara itu, untuk sektor keperawatan, Banyumas dinilai memiliki potensi besar.
Hal ini didukung keberadaan sejumlah perguruan tinggi yang memiliki program vokasi maupun jurusan keperawatan, di antaranya Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Harapan Bangsa, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
"Potensi ini, ke depan, akan kita integrasikan untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap diberangkatkan ke luar negeri," jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui, pembangunan fasilitas pelatihan baru seperti Balai Latihan Kerja (BLK) membutuhkan waktu dan proses yang tidak singkat.
Oleh karena itu, untuk sementara, pihaknya akan mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
| PDIP Banyumas Targetkan 27 Kursi DPRD di Pemilu 2029, Mesin Partai Dipanasi Hingga Tingkat Ranting |
|
|---|
| Ketua DPRD Banyumas Minta Fraksi PDIP Copot Jabatan Ketua Komisi ke Anggota Terlibat Penipuan Pokir |
|
|---|
| Penggunaan Face Recognition di Stasiun Terus Meningkat, Daop 5 Purwokerto Berhemat Hingga Rp57,9 M |
|
|---|
| Kontraktor Purbalingga Nyaris Ditipu Anggota DPRD Banyumas: Dijanjikan Proyek Malah Dimintai DP |
|
|---|
| Bupati Banyumas Menangkan Gugatan Soal SMK Lumbir, Tim JPN Ungkap Posisi Bupati dalam Perkara Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260504-bupati-banyumas-ketemu-ITPC-Hamburg.jpg)