Rabu, 27 Mei 2026

Berita Banyumas

Sapi dari Cilongok Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Banyumas, Dibeli Seharga Rp128 Juta

Sapi milik peternak dari Cilongok Banyumas terpilh sebagai hewan kurban Presiden Prabowo. Jenis simental seharga Rp128 juta.

Tayang:
Editor: rika irawati
Kompas.com/Dinas Pertanian Banyumas
SAPI KURBAN PRESIDEN - Sapi milik peternak Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto. Sapi jenis simental itu dibeli dengan harga Rp128 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Sapi milik peternak Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo.
  • Sapi jenis simental itu dibeli presiden seharga Rp128 juta.
  • Rencananya, sapi akan diserahkan ke Masjid Al Istiqomah, Kauman Lama, Purwokerto.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Sapi milik peternak Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.

Sapi jenis simental itu memiliki bobot 1,1 ton.

Rencananya, sapi akan diserahkan ke Masjid Al Istiqomah, Kauman Lama, Purwokerto.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Kusbiono mengatakan, sapi tersebut dibeli dari peternak lokal seharga Rp128 juta. 

Baca juga: Sapi Lebih Sehat Namun Stok Terbatas Bikin Harga Sapi di Banyumas Jelang Iduladha 2026 Lebih Mahal

Sebelumnya, petugas melakukan survei ke sejumlah peternak yang memiliki sapi berukuran jumbo.

"Kami bandingkan, ternyata memang hampir sama bobotnya, sekitar 1,1 hingga 1,2 ton."

"Yang membedakan itu di harga, kami cari yang harga standar, tidak terlalu tinggi. Kemudian dilaporkan ke Pemprov," jelas Kusbiono, Senin (25/5/2026). 

Proses selanjutnya, negosiasi harga dilakukan Sekretariat Presidenan (Setpres) langsung dengan peternak melalui Zoom meeting. 

"Kami dampingi (peternak) melalui Zoom meeting, itu disampaikan harga tawar berapa, sampai dengan deal," ujar Kusbiono. 

Sapi Jalani Isolasi

Kusbiono mengatakan, setelah proses pembelian selesai, sapi tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pemberian vitamin dan obat cacing untuk memastikan kesehatannya. 

Sapi tersebut juga menjalani karantina atau isolasi, dipisahkan dari sapi lain.

Baca juga: Bupati Banyumas Soroti Anak Kecanduan Obat Keras dan Gadget, Bisa Mengarah ke Narkoba dan Narkolema

Bahkan, ditempatkan di kandang khusus dimana tak boleh sembarang orang masuk.

"Sapi juga dipisahkan dari hewan lain dan peternakan dijaga keamanannya untuk memastikan steril."

"Lapisan kedua juga steril, jadi enggak sembarangan bisa masuk," kata Kusbiono. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved