Rabu, 27 Mei 2026

Pemkab Banyumas

Bupati Banyumas Soroti Anak Kecanduan Obat Keras dan Gadget, Bisa Mengarah ke Narkoba dan Narkolema

Bupati Banyumas mengungkap bahaya narkoba dan narkolema dan meminta orangtua meningkatkan pengawasan agar anak tak kecanduan obat hingga gadget.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
PENYALAHGUNAAN OBAT KERAS - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi keterangan seusai acara Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu (OOT) yang digelar Balai POM Banyumas di Hotel Surya Yudha Purwokerto, Senin (25/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengingatkan bahaya narkoba maupun narkolema pada anak.
  • Sadewo pun meminta orangtua mengawasi buah hati mereka, terutama saat anak lebih suka mengurung di kamar atau berlama-lama di kamar mandi.
  • Meski begitu, Sadewo mengatakan, rehabilitasi bisa membantu memperbaiki kondisi para pecandu narkoba.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengingatkan masyarakat tentang ancaman serius penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan tertentu (OOT), termasuk fenomena "narkolema" atau narkoba lewat mata akibat paparan konten negatif di internet.

Hal itu disampaikan Sadewo saat menghadiri kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu (OOT) yang digelar Balai POM Banyumas di Hotel Surya Yudha Purwokerto, Senin (25/5/2026).

Sadewo mengaku memiliki pengalaman panjang menangani rehabilitasi pecandu narkoba karena memiliki pondok pesantren rehabilitasi di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Saya itu berdekatan dengan narkoba karena punya pondok pesantren rehabilitasi narkoba di Sleman." 

"Kami juga bekerja sama dengan BNN dan Polda DIY," ujarnya.

Baca juga: Bupati Banyumas Menangkan Gugatan Soal SMK Lumbir, Tim JPN Ungkap Posisi Bupati dalam Perkara Ini

Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyumas, ia menyampaikan apresiasi kepada Balai POM Banyumas yang dinilai konsisten melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, obat seharusnya digunakan untuk kepentingan kesehatan. 

Namun, apabila disalahgunakan atau dikonsumsi berlebihan, justru dapat berubah menjadi racun.

"Obat itu mestinya dipakai untuk kesehatan." 

"Tapi, kalau berlebihan, apa pun yang dimakan secara berlebihan itu tidak baik."

"Obat kalau berlebihan ya jadi racun," katanya.

Sadewo menilai, penyalahgunaan obat-obatan tertentu kini menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama. 

Ia menyebut, banyak kasus bermula dari rasa ingin tahu, pengaruh lingkungan, hingga kurangnya pengawasan orang tua.

Ia bahkan membagikan pengalamannya saat rutin mengunjungi pondok rehabilitasi. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved