Pemkab Banyumas
Alhamdulillah, 1.955 Guru Ngaji dan Marbot di Banyumas Dapat Insentif Rp100 Ribu Per Bulan
Sebanyak 1.610 guru ngaji mendapat insentif Rp100 ribu per bulan dari Pemkab Banyumas. Insentif juga diberikan kepada marbot dan ponpes.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah daerah Kabupaten Banyumas mulai menggulirkan insentif bagi guru ngaji, marbot, serta bantuan operasional pondok pesantren.
Bantuan ini diserahkan secara simbolis, bertepatan dengan pelepasan jemaah calon haji 2026 Banyumas di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kamis (30/4/2026).
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, insentif ini bagian dari Program Trilas, program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Banyumas.
Bantuan ini bentuk realisasi janji politik Sadewo di sektor keagamaan, sekaligus komitmen Pemkab Banyumas dalam memperkuat kehidupan religius masyarakat.
Baca juga: Diberangkatkan dari GOR Satria Purwokerto, Jemaah Calon Haji Banyumas Dikawal TNI-Polri dan Ambulans
Dalam kesempatan itu, Sadewo menegaskan pentingnya peran guru ngaji dan marbot dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan mereka tidak hanya sebagai pengajar dan pengelola tempat ibadah, tetapi juga sebagai penjaga moral sosial.
"Pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, karena ini menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat," ujarnya dalam acara.
Bantuan untuk 1.610 Guru Ngaji
Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) Banyumas Nungky Harry Rachmat menjelaskan, peluncuran Program Trilas sengaja dikolaborasikan dengan kegiatan pelepasan jemaah calon haji 2026.
Ia merinci, program tersebut menyasar 1.610 guru ngaji di Kabupaten Banyumas yang akan menerima insentif secara menyeluruh.
Selain itu, terdapat 199 pondok pesantren yang mendapatkan bantuan operasional, serta 345 petugas marbot dan kebersihan rumah ibadah yang turut menerima insentif.
Untuk besarannya, masing-masing guru ngaji dan marbot akan menerima Rp100.000 per bulan.
Sementara, pondok pesantren memperoleh bantuan operasional sebesar Rp5 juta per bulan.
Baca juga: Inilah Sistem Pengolahan Sampah di Banyumas yang Bikin Prabowo Takjub
Dari sisi anggaran, Pemkab Banyumas mengalokasikan sekitar Rp1,9 miliar untuk insentif guru ngaji.
Kemudian, bantuan operasional pondok pesantren mencapai Rp995 juta, serta insentif bagi marbot dan petugas kebersihan rumah ibadah sebesar Rp241 juta.
Nungky menambahkan, bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme hibah lewat Kantor Kementerian Agama.
Meski diberikan setiap bulan, total anggaran dihitung dalam akumulasi satu tahun.
Melalui Program Trilas, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku layanan keagamaan sekaligus memperkuat fondasi sosial dan spiritual masyarakat Banyumas. (*)
| Banyumas Perluas Akses Belajar, Revitalisasi 34 Sekolah hingga Penyediaan Bus Gratis |
|
|---|
| Banyumas Dibidik Jadi Lokasi Proyek Nasional, Ini Lobi Besar Bupati Sadewo di Usia ke-60 |
|
|---|
| Banyumas Dilirik Rusia, Investasi RS hingga Energi Hijau Mulai Dijajaki |
|
|---|
| Bupati Dorong Integrasi Transportasi di Stasiun Purwokerto:Target Ekonomi Baru Tumbuh di Pintu Barat |
|
|---|
| Apel Perdana Usai Lebaran, Bupati Banyumas Ajak ASN Fokus Tingkatkan Pelayanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260430-bupati-banyumas-sadewo-tri-lastiono-serahkan-bantuan-ke-guru-ngaji.jpg)