Berita Banyumas
Inilah Sistem Pengolahan Sampah di Banyumas yang Bikin Prabowo Takjub
Sampah yang belum tertangani tersebut tersebar di 15 kecamatan, dengan konsentrasi utama berada di wilayah perbatasan dengan kabupaten lain
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS- Kabupaten Banyumas mulai menunjukkan arah baru pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke TPA BLE di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, menjadi momentum penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir.
Kepala UPTD TPST BLE Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Edy Nugroho, memaparkan data pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas menunjukkan total timbulan sampah rumah tangga dan sejenisnya mencapai 738,84 ton per hari.
Dari jumlah tersebut, 574,52 ton per hari atau sekitar 77,76 persen telah berhasil dikelola.
"Sementara itu, masih terdapat 164,32 ton per hari atau 22,24 persen sampah yang belum terkelola.
Sampah yang belum tertangani tersebut tersebar di 15 kecamatan, dengan konsentrasi utama berada di wilayah perbatasan dengan kabupaten lain," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (28/4/2026) saat berada di TPA BLE di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor.
Data ini juga menggambarkan adanya alur pengelolaan sampah terpadu yang dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga, sebagai bagian dari sistem penanganan sampah di Banyumas.
Baca juga: Dikerahkan untuk Menyambut Presiden, Pelajar Purwokerto Rela Berjam-jam Menunggu Kepanasan
Tahap Hulu, Dimulai dari Rumah Tangga
Tahap hulu pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas dimulai dari sumber utama, yaitu rumah tangga.
Sampah yang dihasilkan dari rumah tangga terlebih dahulu melalui proses pemilahan di tingkat rumah tangga.
Setelah dipilah, sampah kemudian diolah secara mandiri dari sumbernya.
Pengolahan ini mencakup beberapa langkah, yaitu memilah sampah dari rumah, mengurangi jumlah sampah, menggunakan kembali barang yang masih bisa dimanfaatkan, serta menyalurkan sampah melalui bank sampah.
Sementara itu, sampah yang tidak dapat ditangani di tingkat sumber akan diangkut oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menuju fasilitas pengelolaan, seperti TPST, TPS3R, atau PDU, untuk penanganan lebih lanjut.
Diolah Berbasis Masyarakat
Tahap tengah dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas dilakukan berbasis masyarakat di fasilitas TPST, TPS3R, dan PDU.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/prabowo-di-tpa-ble-kalibagor.jpg)