Berita Banyumas
Banyumas Surplus Beras 87 Ton Meski Kondisi PH Tanah Kurang Ideal
Dengan asumsi kebutuhan konsumsi sekitar 70 kilogram per orang per tahun, produksi yang ada dinilai masih mencukupi
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono mengungkapkan, Kabupaten Banyumas sampai saat ini masih berada dalam kondisi surplus beras.
Dari 126,000 ton kebutuhan, Banyumas dapat memproduksi 213,881 ton dengan surplus 87,881 ton.
Dengan asumsi kebutuhan konsumsi sekitar 70 kilogram per orang per tahun, produksi yang ada dinilai masih mencukupi.
Indeks pertanaman padi di Banyumas tercatat sekitar 2,1 kali dalam setahun.
Artinya, rata-rata petani melakukan dua kali masa tanam, dengan tambahan kecil di sebagian lahan dari total sekitar 30 ribu hektare.
Namun demikian, produktivitas saat ini masih berada di kisaran 5,4 hingga 5,6 ton per hektare.
Padahal, potensi hasil panen bisa mencapai 6,7 ton bahkan hingga 8 ton per hektare.
"Artinya masih ada ruang besar untuk kita tingkatkan," kata Arif.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kondisi tanah. Rata-rata pH tanah di Banyumas masih di bawah 5,5, yang tergolong kurang ideal untuk pertanian.
Kondisi optimal seharusnya berada pada kisaran pH 6 hingga 7 agar tanaman dapat tumbuh maksimal.
Penurunan kualitas tanah ini terjadi akibat akumulasi penggunaan pupuk dalam jangka panjang.
Untuk mengatasinya, Pemkab Banyumas telah mencanangkan Gerakan Pertanian Ramah Lingkungan (Geramling) sejak tahun 2025.
Apabila kualitas tanah, benih, dan intensitas tanam dapat ditingkatkan hingga tiga kali dalam setahun, Arif meyakini surplus produksi akan meningkat signifikan.
Baca juga: PSIS Bakal Mati-matian, Kendal Tornado FC Ngotot Jaga Peluang Promosi ke Liga 1
Bangun Pabrik Tepung
Surplus tersebut tidak hanya bisa menopang kebutuhan nasional, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan seperti tepung beras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260407-alihfungsi-sawah-di-jateng-tembus-17-ribu-hektare-pada-2025.jpg)